Tuding Ada Penyelundupan Pasal, Tim Hukum Troya Bakal Polisikan Lechumanan

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita
Tuding Ada Penyelundupan Pasal, Tim Hukum Troya Bakal Polisikan LechumananNasional | okezone | Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:05Dengarkan Berita

JAKARTA - Tim hukum Troya (Tifa and Roy’s Advocate) akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian. Pelaporan ini dipicu oleh sikap Lechumanan yang mengklaim diri sebagai pihak korban dalam upaya Roy Suryo Cs mengungkap dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Kami tadi berdiskusi dan ada rencana untuk melaporkan Lechumanan, membuat Laporan Pidana terhadap Lechumanan. Karena kami menganggap Lechumanan sudah menyelundupkan diri seolah-olah pihak yang dikorbankan atau pihak yang dirugikan dalam statement Roy Suryo," ujar Koordinator tim hukum Troya, Refly Harun saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Dengan laporan Lechumanan terhadap Roy dan Dokter Tifa, Refly menilai, kliennya dikenakan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Padahal, kata dia, Jokowi tidak melaporkan Roy dan Dokter Tifa dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Baca Juga:Guru Besar Unhan: Lanskap Pertahanan Bergeser dari Konvensional Menuju Ancaman Siber!

"Jokowi melaporkan 5 Pasal. Pasal 310 KUHP lama, 311 KUHP lama, 27 A UU ITE, Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 35 UU ITE. Jadi Pasal 28 itu adalah pasal yang diduga karena penyelundupan diri dari Peradi Bersatu yang diwakili Lechumanan. Karena itu, ya, Lechumanan harus bertanggung jawab," tambahnya.

Refly menilai, tindakan Lechumanan tidak patut melaporkan kliennya ke polisi. "Keadaan begini, Lechumanan ini dari Peradi Bersatu. Peradi Bersatu itu organisasi. Nah, kita merasa bahwa dia melakukan hal-hal yang tidak patut sesungguhnya. Masa Peradi Bersatu merasa menjadi korban, merasa dirugikan dengan sebuah statement. Ini kan tidak benar," ucapnya.

Lantas, Refly mempertanyakan Pasal 28 ayat 2 UU ITE yang disangkakan terhadap kliennya. Apalagi, kata dia, Lechumanan melaporkan kliennya atas nama Peradi Bersatu.

"Pasal yang 'diselundupkan' Pasal 28 ayat 2 mengenai ujaran kebencian yang ancaman hukumannya 6 tahun. Pertanyaannya adalah, Peradi Bersatu itu benda hidup atau benda mati? Kok bisa dia terkena ujaran kebencian gitu? Dia kan tidak mewakili Jokowi, tidak boleh dia mewakili Jokowi sebagai pelapor, tetapi dia mengatakan Peradi Bersatu dirugikan dan dia memasukkan Pasal 28 ayat 2 yang akhirnya menjadi pasal yang juga dikenakan dalam penersangkaan Roy Suryo dan dr. Tifa," ungkap Refly.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Hari Beraksi, Pemburu Begal Polda Metro Tangkap 36 Pelaku
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Sumsel Siapkan Strategi Jaga Produksi Padi Ditengah Ancaman Kemarau Kering
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Wamen PU Dorong Percepatan Pembebasan Lahan untuk Benahi 136 Perlintasan Sebidang KA
• 21 jam lalumatamata.com
thumb
Ayu Ting Ting Disebut Punya Pacar Baru, Ruben Onsu Ungkap Fakta Sebenarnya
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ramalan Cuaca, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Akhir Pekan
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.