Jakarta, VIVA - Perusahaan penyedia identitas digital dan fraud prevention Vida membagikan sejumlah tips agar masyarakat dapat berkurban di momen Idul Adha dengan aman dan nyaman melalui platform digital untuk menghindari modus penipuan digital.
“Penting untuk lebih cermat memeriksa setiap transaksi dan tidak terburu-buru mengklik tautan yang mencurigakan. Kewaspadaan sederhana dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari penipuan digital, khususnya dalam transaksi kurban online,” kata Founder and Group CEO Vida Niki Santo Luhur, Jumat, 22 Mei 2026.
Menjelang Idul Adha, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam menyalurkan kurban melalui berbagai platform digital, namun, di balik kemudahan itu berbagai modus penipuan digital memanfaatkan tingginya aktivitas transaksi di momen hari raya ini.
Data dari Whitepaper Vida 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook menunjukkan bahwa serangan fraud kini semakin terorganisasi dan terus berkembang.
Pelaku kerap menggabungkan berbagai metode sekaligus dalam satu serangan, mulai dari deepfake, social engineering, hingga account takeover.
Kondisi ini membuat semakin banyak titik rawan dalam setiap aktivitas digital yang dilakukan masyarakat, termasuk saat melakukan transaksi kurban.
Niki mengatakan masyarakat perlu memastikan transaksi dilakukan melalui lembaga atau platform kurban yang memiliki identitas jelas dan reputasi yang baik untuk transaksi yang lebih aman.
Masyarakat juga perlu lebih cermat apabila menemukan penawaran kurban dengan harga jauh di bawah rata-rata pasar. Hindari mengklik tautan atau dokumen mencurigakan dari sumber yang tidak dikenal yang justru berpotensi menjadi celah penyebaran malware maupun pencurian data pribadi.
Ia juga menambahkan untuk tidak membagikan OTP atau data pribadi sensitif yang bersifat rahasia kepada penyalur kurban yang mencurigakan.
“Kami juga mengingatkan bahwa risiko penipuan tidak hanya mengintai pembeli, tetapi juga penyedia layanan kurban. Karena itu, penyedia kurban perlu lebih teliti dalam memverifikasi setiap bukti pembayaran dan memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum transaksi diproses,” kata Niki.





