Sejumlah Kecamatan di Karawang Rawan Kekeringan Saat Kemarau

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, KARAWANG - Sejumlah desa yang tersebar di enam kecamatan di wilayah Karawang, Jawa Barat, rawan kekeringan pada musim kemarau.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharam, di Karawang, Jumat. 

BACA JUGA: Indra Karya Jalankan 10 Program Penyediaan Air Bersih di Daerah Rawan Kekeringan

"Ada sejumlah daerah yang berpotensi kekeringan, sebagai dampak dari kemarau panjang di tahun ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry, saat dihubungi.

Ia menyampaikan, saat ini kemarau sudah berlangsung di wilayah Karawang, meski dalam kurun waktu tertentu sempat turun hujan. Sedangkan untuk puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga November 2026.

BACA JUGA: Waspada! 45 Desa Rawan Kekeringan

Di antara wilayah yang rawan kekeringan ialah di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Ciampel dan Kecamatan Klari.

Di Kecamatan Klari terdapat satu desa yang rawan terdampak kemarau, yakni Desa Curug. Kemudian di Kecamatan Ciampel terdapat Desa Parungmulya dan Mulyasejati.

BACA JUGA: 49 Desa Rawan Kekeringan

Selanjutnya Desa Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur yang berpotensi terdampak kemarau panjang. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat berada di Desa Wanakerta dan Margakaya.

Di Kecamatan Tegalwaru, desa-desa yang rawan kekeringan saat kemarau di antaranya Desa Cintalanggeng, Kutamaneuh, Cigunungsari, Cintalaksana, Kutalanggeng, Cintawargi dan Desa Cipurwasari.

Sementara di Kecamatan Pangkalan, potensi kekeringan berada di Desa Cintaasih, Kertasari, Medalsari, Jatilaksana, Tamanmekar, Ciptasari, Mulangsari dan Desa Tamansari.

BPBD Karawang memprediksi daerah yang berpotensi terdampak kemarau pada tahun ini akan meluas hingga ke beberapa desa di Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Cilamaya Wetan.

“Kemungkinan tahun ini kemarau diprediksi lebih panjang, jadi berpotensi semakin meluas daerah yang terdampak," katanya.

Ferry menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan monitoring terkait luas wilayah yang terdampak kemarau pada tahun ini.

BPBD Karawang juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat terkait dengan ancaman areal sawah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau.

“Dampaknya tahun lalu lebih banyak ke sektor pertanian, bukan hanya kekurangan air bersih. Jadi untuk antisipasi kekeringan pada musim kemarau tahun ini, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian," katanya.

Koordinasi perlu dilakukan agar penanganan areal sawah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini bisa segera teratasi, seperti dengan penyediaan pompa air untuk membantu irigasi sawah.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN: Kelistrikan di Aceh pulih bertahap setelah padam total
• 50 menit laluantaranews.com
thumb
Pidato Presiden dan Sorotan pada Wajah Himbara
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebakaran Melanda Kampus Binus Jakarta Barat, 70 Personel Dikerahkan
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
6 Dosen UPN Yogya Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terancam Dipecat
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Erin Diperiksa 5 Jam Kasus Mantan ART, Kuasa Hukum Serahkan Bukti CCTV Kejadian Asli
• 30 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.