Pasar Taman Puring Rata dengan Tanah, Pedagang Tagih Janji Gubernur Pramono Anung

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pasar legendaris Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi diratakan dengan tanah menggunakan alat berat pada Jumat (22/5/2026) pagi, menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut pada 28 Juli 2025 lalu.

Tindakan pengosongan lahan ini memicu protes keras dari para pedagang yang kini menagih janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun kembali pasar tersebut, alih-alih mengubah fungsinya menjadi taman difabel.

BACA JUGA: Pasar Taman Puring Kebakaran, Api Masih Menyala

Satu unit alat berat dikerahkan untuk meratakan area bekas kebakaran Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan tanah pada Jumat (22/5/2026) pagi. Nasib pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di sana pun merana.

Usai pasar terbakar, para pedagang membuka lapak-lapak darurat di lokasi bekas kebakaran demi menyambung hidup.

BACA JUGA: Polisi: Kios Pasar Taman Puring yang Terbakar 500 Unit

Para pedagang pun merasa terkejut dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sehari setelah pasar legendaris itu terbakar, di hadapan para korban kebakaran, Pramono berjanji akan segera membangun kembali pasar yang telah hangus tersebut. Namun, hingga sembilan bulan berlalu, janji itu tak kunjung ditepati.

Yang lebih menyakitkan, belakangan Walikota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyatakan eks-Pasar Taman Puring itu akan dibangun taman untuk penyandang disabilitas atau taman difabel, tanpa sekali pun para pedagang diajak bicara selama sembilan bulan itu.

BACA JUGA: Penjualan Rumah Bekas Meningkat, Pasar Properti Dinilai Kian Bergairah

Sebab itu, di saat alat berat bekerja meratakan puing-puing bekas pasar dengan tanah, para pedagang menyambangi Kantor Camat Kebayoran Baru yang letaknya berseberangan dengan eks-Pasar Taman Puring. Para pedagang mendesak camat agar rencana pembangunan taman bermain itu dihentikan.

Camat Kebayoran Baru Rahmat Mulyadi saat menerima perwakilan pedagang menyatakan akan membawa aspirasi para pedagang eks-Pasar Taman Puring itu ke Walikota Jakarta Selatan.

Tagih Janji Pramono

Namun, para pedagang mengaku tidak puas. Mereka tetap menagih janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sekarang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, untuk merealisasikan janjinya membangun kembali Pasar Taman Puring.

"Kami menganggapnya sebagai isu bahwa di sini akan dibangun taman difabel. Kami tetap menagih janji Pak Gubernur untuk membangun pasar ini kembali," kata Viki Arifandi (26), perwakilan pedagang di lokasi eks-pasar yang sudah rata dengan tanah itu.

Andi juga membantah para pedagang sudah dengan sukarela direlokasi ke Cidodol, Kebayoran Lama, dan Mampang. "Sejauh ini kami tetap pegang teguh janji Pak Gubernur untuk membangun kembali pasar ini, sehingga kami tak mau pindah," tegasnya.

Menurut Andi, lebih dari 500 pedagang terdampak akibat kebakaran Pasar Taman Puring. Kondisi itu membuat banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama.

Situasi tersebut kian memperberat beban ekonomi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas jual-beli di Pasar Taman Puring.

Keresahan kian bertambah setelah para pedagang membongkar lapak dan tenda darurat secara sukarela usai pertemuan dengan pihak pemerintah daerah, Senin (18/5/2026) lalu.

Saat itu, mereka diminta membongkar lapak-lapak dan tenda-tenda sementara agar proses penataan kawasan dan pembangunan kembali lokasi bekas kebakaran berjalan lancar.

Namun sehari setelah pembongkaran dilakukan, para pedagang justru dikejutkan dengan munculnya isu mengenai rencana alih fungsi lahan Pasar Taman Puring menjadi taman difabel.

"Kami merasa dibohongi. Awalnya warga pedagang dijanjikan lokasi ini akan dibangun kembali untuk pedagang dengan dibuka sistem koperasi melalui Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Karena itulah kami mau membongkar lapak secara sukarela. Tapi sekarang malah muncul berita bahwa lokasi ini akan dijadikan taman bermain,” papar Andi.

Kini, nasib para pedagang seperti perahu nelayan di lautan yang terombang-ambing gelombang tanpa kepastian kapan akan berlabuh.

Sebab itu, selain menagih janji Pramono Anung, para pedagang juga minta perhatian DPRD DKI Jakarta untuk diperjuangkan nasibnya. "Kami bahkan siap diundang DPRD dan Gubernur untuk audiensi menyampaikan aspirasi dan minta solusi," tandas Andi.

Sambil menunggu audiensi dengan DPRD dan Gubernur DKI Jakarta, para pedagang minta agar lokasi pasar yang sudah rata dengan tanah itu dibiarkan status quo sambil menunggu hasil audiensi pedagang dengan DPRD dan Pramono Anung.

Para pedagang mengusulkan agar taman difabel itu dibangun di tempat lain, misalnya di area bekas pom bensin di Jalan Bumi, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jaksel.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Acha Septriasa Ungkap Cara Baim Wong Bangun Chemistry: Ditraktir Makan Enak Terus
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Media sebut sistem rudal Typhon AS akan ditempatkan kembali di Jepang
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Lewat Transformasi Digital, Jasa Raharja Komitmen Perkuat Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Rakernis Dokkes Polri 2026
• 48 menit lalutvonenews.com
thumb
Satu Abad Yayasan Yohanes Gabriel, Mulai Project Pembangunan dan Pengembangan 149 Sekolah
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bojan Hodak Harap Bobotoh Tertib di Laga Penentu
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.