Tokyo (ANTARA) - Militer AS akan menempatkan peluncur rudal jarak menengah Typhon dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) ke Jepang barat daya pada bulan depan untuk digunakan dalam latihan gabungan dengan Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang, lapor media setempat.
Penempatan kembali rudal Typhon dilaksanakan setelah penempatan sebelumnya menuai penolakan keras dari masyarakat setempat.
Sistem tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kanoya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Prefektur Kagoshima dalam latihan gabungan bertajuk Valiant Shield dan Orient Shield yang digelar antara Juni dan September, lapor Kyodo News pada Rabu (20/5), dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui mengenai hal tersebut.
Setelah latihan gabungan tersebut rampung, sistem Typhon dan HIMARS akan dipindahkan ke sebuah pangkalan militer milik AS di Jepang untuk disimpan, imbuh laporan itu.
Sistem Typhon ditempatkan di Jepang untuk pertama kalinya pada September tahun lalu dalam latihan gabungan berskala besar di Prefektur Yamaguchi, Jepang barat, yang menuai kritik warga setelah sistem tersebut tetap ditempatkan di sana untuk waktu yang jauh lebih lama dibandingkan penjelasan semula.
Sebuah kelompok sipil setempat telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertahanan Jepang dan menuntut penarikan segera sistem tersebut.
Kelompok itu juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penempatan atas nama latihan gabungan semacam itu akan menjadi hal yang rutin.
Peralatan tersebut akhirnya ditarik pada November tahun lalu.
Penempatan kembali rudal Typhon dilaksanakan setelah penempatan sebelumnya menuai penolakan keras dari masyarakat setempat.
Sistem tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kanoya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Prefektur Kagoshima dalam latihan gabungan bertajuk Valiant Shield dan Orient Shield yang digelar antara Juni dan September, lapor Kyodo News pada Rabu (20/5), dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui mengenai hal tersebut.
Setelah latihan gabungan tersebut rampung, sistem Typhon dan HIMARS akan dipindahkan ke sebuah pangkalan militer milik AS di Jepang untuk disimpan, imbuh laporan itu.
Sistem Typhon ditempatkan di Jepang untuk pertama kalinya pada September tahun lalu dalam latihan gabungan berskala besar di Prefektur Yamaguchi, Jepang barat, yang menuai kritik warga setelah sistem tersebut tetap ditempatkan di sana untuk waktu yang jauh lebih lama dibandingkan penjelasan semula.
Sebuah kelompok sipil setempat telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertahanan Jepang dan menuntut penarikan segera sistem tersebut.
Kelompok itu juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penempatan atas nama latihan gabungan semacam itu akan menjadi hal yang rutin.
Peralatan tersebut akhirnya ditarik pada November tahun lalu.





