REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingginya kebutuhan hunian membuat banyak masyarakat mulai berburu rumah melalui pameran properti dan pembiayaan. Namun, di tengah harga properti yang terus naik, masyarakat diingatkan agar tidak memaksakan cicilan rumah di luar kemampuan finansial.
Pesan itu disampaikan Senior Manager Retail Payment & Card BRI Cipto Haryabi dalam BRI Consumer Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Jakarta, Banjir Promo untuk Rumah Hingga Liburan Impian
“Yang paling penting setelah ambil KPR kualitas hidup jangan sampai turun,” kata Cipto.
Menurut dia, calon pembeli rumah perlu menghitung pendapatan bulanan, pengeluaran rutin, hingga dana darurat sebelum mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Ia mengatakan banyak masyarakat masih terjebak pada keinginan dibanding kebutuhan saat memilih rumah. Karena itu, masyarakat diminta realistis menentukan besaran cicilan agar kondisi keuangan keluarga tetap sehat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kalau menurut kita keinginannya terlalu besar, nanti kita arahkan ke pilihan yang lebih aman,” ujarnya.
Selain kemampuan finansial, masyarakat juga diminta memperhatikan rekam jejak pengembang sebelum membeli rumah, terutama proyek yang masih dalam tahap pembangunan.
“Yang perlu diperhatikan adalah track record dari developer tersebut,” kata Cipto.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan BRI Consumer Expo digelar untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses pembiayaan rumah, kendaraan, hingga kebutuhan perjalanan dalam satu lokasi.
“Acara ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses solusi pembiayaan untuk hunian, kendaraan, hingga kebutuhan perjalanan secara lebih mudah dan praktis,” ujar Aris.
Dalam pameran tersebut, BRI menawarkan promo KPR dengan bunga mulai 1,75 persen fixed satu tahun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) mulai 1,59 persen untuk tenor satu tahun.
BRI Consumer Expo 2026 berlangsung sejak Jumat (22/5/2026) hingga Ahad (24/5/2026) di Hall A dan B JICC Senayan, Jakarta. Pameran itu menghadirkan 58 pengembang properti, 43 merek kendaraan, travel fair, hingga merchant kebutuhan rumah tangga dan kuliner.