Legislator Minta Keselamatan di Perlintasan Sebidang Diprioritaskan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakara: Anggota Komisi V DPR, Erna Sari Dewi, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah dan DPR bukan mencari pihak yang salah dalam kasus kecelakaan kereta api, melainkan memastikan kejadian serupa tidak terus berulang. Maka, keselamatan kereta api, terutama di perlintasan sebidang harus menjadi prioritas.
 
“Yang menjadi perhatian utama adalah titik-titik rawan di perlintasan sebidang. Di negara maju, perlintasan sebidang hampir sudah tidak ada lagi karena memang sangat berisiko,” ujar Erna dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 23 Mei 2026.
 
Erna mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan PT KAI dalam menutup perlintasan sebidang yang dinilai berbahaya dan memiliki volume lalu lintas tinggi. Jumlah perlintasan sebidang yang ditutup lebih dari 70.
 

Baca Juga :

Menhub: 172 Perlintasan Sebidang Ilegal Ditutup Demi Keselamatan
Erna menilai, solusi jangka pendek yang paling mendesak adalah memperbaiki sistem keselamatan secara menyeluruh dan terintegrasi. Menurut dia, sistem tersebut harus mencakup pembenahan rambu-rambu, sistem peringatan dini, hingga penjagaan pintu perlintasan.
 
Ia mencontohkan masih adanya persoalan pada rambu pembantu yang dinilai membingungkan pengguna jalan, serta belum optimalnya sistem early warning ketika terjadi potensi kecelakaan di jalur kereta.
 
“Masih ada waktu sekitar tiga menit yang sebenarnya bisa dimanfaatkan masinis untuk melakukan pengereman. Karena itu, sistem peringatan dini sangat penting,” ungkap Erna.
 
Ilustrasi perlintasan kereta. Foto: Antara.

Selain itu, Erna menekankan pentingnya keberadaan petugas penjaga di pintu perlintasan. Menurut dia, keberadaan petugas penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
 
Untuk jangka panjang, Erna mendorong pembangunan flyover dan underpass agar perlintasan sebidang dapat dihilangkan secara bertahap. Namun, ia mengakui pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan anggaran besar dan waktu panjang, terutama karena persoalan pembebasan lahan yang masih menjadi kendala utama.
 
“Kalau sistemnya tidak diperbaiki, maka perbaikan infrastruktur saja tidak akan cukup menyelesaikan masalah,” tegas politikus Fraksi Partai NasDem ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026: Asmara Taurus Memanas, Karier Sagitarius Melesat
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pendapatan Negara Tak Maksimal Bikin Kebijakan Ekspor Satu Pintu Perlu Dilakukan
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Voxpol Center Sebut Kepuasan Publik terhadap Ekonomi Nasional Masih Rendah
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Awal Juni 2026, BPJS Cover Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL, Menhub: Masih Diselidikii
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.