Calon Haji yang Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia, Kemenhaj Sampaikan Duka

suarasurabaya.net
11 jam lalu
Cover Berita

Muhammad Firdaus calon haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27 pada Jumat (21/5/2026) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Kota Makkah. Sebelumnya, almarhum Firdaus dilaporkan hilang di kota tersebut.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Moh. Hasan Afandi Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah di Makkah.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita atas wafatnya Firdaus.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” imbuh Hasan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak keluarga almarhum, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut andil mendoakan saat proses pencarian.

Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum yang akan dilakukan oleh petugas haji.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” ungkap Hasan.

Dilansir dari Antara, dalam kesempatan tersebut Hasan juga mengimbau masyarakat jemaah haji dan petugas untuk saling peduli, terutama pada jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Setiap jemaah dan utamanya petugas perlu lebih peka jika melihat anggota jemaah yang ebrjalan sendirian, tampak bingung, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

“Bila melihat anggota jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” ucapnya.

Ia memperingatkan kepada seluruh jemaah agar tidak membiarkan sesama jemaah berjalan sendiri tanpa didampingi, khususnya jemaah yang memerlukan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama menjadi faktor penting, menurut Hasan, untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

“Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” katanya.

Kemenhaj juga mengimbau agar jemaah tidak merasa sungkan jika membutuhkan bantuan untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhannya kepada petugas. Kehadiran petugas haji Indonesia adalah untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selamat di Tanah Suci.

“Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci,” ujarnya.(ant/vve/kir/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diguyur Hujan Deras, Tebing Penahan Tanah di Cimande Bogor Longsor
• 8 jam laludetik.com
thumb
Menanti Detik-detik David da Silva Ciptakan Sejarah, Penasbihan Top Skor Tertua di Liga Indonesia
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Raup Cuan dari Jual Beli Motor Jadul
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Peroleh Penghargaan UMY Awards 2026, Imam Indonesia di New York Dinilai Punya Peran Strategis
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Segan Sebut Erin Alami Masalah Kejiwaan Gegara Diduga Aniaya ART, Firdaus Oiwobo: Psycho Gitu
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.