Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Makkah
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus, jamaah haji Indonesia berusia 72 tahun dari Kloter JKG-27, yang sebelumnya dilaporkan dalam proses pencarian di wilayah Arab Saudi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, mengatakan bahwa proses pencarian jamaah atas nama Muhammad Firdaus telah mencapai titik temu. Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat.
Baca Juga
20 Tahun di CIA, Mengenal Aaron Lukas, Pengganti Tulsi Gabbard di Intelijen AS
Kolaborasi Pelita Air Bantu Pelaku Bisnis Jangkau Wisatawan
Belasan Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Pelecehan dan Pemerkosaan oleh IDF
“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat," ujar Hasan dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," jelas Hasan.
Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jamaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, setiap jamaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Bila melihat jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbaunya.
Jamaah calon haji menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Kabah, dan Syib Amir. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)