Masuki Hari Keenam, Kebakaran Gudang Plastik di Jakbar Belum Sepenuhnya Padam

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki hari keenam, kebakaran gudang plastik di Gang Semut, Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Sabtu (23/5/2026) pagi belum sepenuhnya padam.

Kasie Ops Damkar Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi karena masih ada material yang tertutup puing bangunan dan berasap.

"Masih ada beberapa titik yang masih mengeluarkan asap," ujar Syaiful saat dikonfirmasi Kompas.com via pesan WhatsApp, Sabtu.

Baca juga: Polisi Jaga Ketat 23 Titik Rawan di Bogor Antisipasi Konvoi Suporter Persib

Dalam proses pemadaman saat ini, petugas dibantu alat berat berupa beko. Langkah ini bertujuan agar titik api di bawah puing dapat dijangkau.

“Kita dibantu beko untuk mengurai material yang masih tertutup puing,” kata dia.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dan 25 personel dikerahkan untuk melakukan pendinginan di lokasi.

"Sebagian sudah ditarik pos damkar," kata dia.

Syaiful menjelaskan, kendala utama di lapangan adalah akses sumber air yang harus melewati jalan raya.

Kondisi itu membuat petugas harus memasang pengganjal selang agar tidak rusak saat dilintasi kendaraan.

Baca juga: Lara ART di Kelapa Gading Jakut, Jadi Korban Pemerkosaan Sopir pada Hari Pertama Kerja

“Kita coba gunakan pengganjal selang atau hose bridge jadi bisa dilewati kendaraan,” jelas dia.

Meski proses pemadaman berlangsung berhari-hari, Syaiful memastikan tidak ada petugas yang mengalami luka maupun gangguan kesehatan selama bertugas.

"Alhamdulillah anggota aman," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, gudang plastik yang berlokasi di kawasan Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, terbakar pada Senin (18/5/2026) siang.

Dalam video yang diterima Kompas.com, api membara hingga menyentuh atap di dalam gudang bercat biru dan putih itu.

Bahkan, ledakan besar sempat terekam hingga memperbesar api yang melahap area dalam gudang.

Syaiful menyebut belum diketahui secara pasti penyebab pasti kemunculan api pertama kali di lokasi tersebut.

Baca juga: Kompolnas Dorong Polda Metro Jaya Jamin Pejalan Kaki Merasa Aman pada Malam Hari

Ia pun menyebut proses pemadaman terkendala banyaknya material plastik yang terbakar dan tertimbun di dalam gudang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tumpukan barangnya banyak jadi kami masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kami semprotin juga tidak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi kepada Kompas.com pada Selasa (19/5/2026).

Total 27 unit mobil dan 135 personel pun dikerahkan sejak awal proses pemadaman dimulai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Pidato Presiden Prabowo Soal Penegakkan Pasal 33 UUD 1945. LMND: Langkah Penting Perkuat Arah Ekonomi Nasional
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Diresmikan Fadli Zon, Museum Negeri Sulut Tampil Modern Usai Direvitalisasi Rp14 Miliar
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Penerima Manfaat MBG Tembus 62,4 Juta Orang, dari Anak Sekolah hingga Ibu Hamil
• 38 menit laludisway.id
thumb
Pemerintah Terus Perkuat Tata Kelola Program MBG, 16.046 SPPG Sudah Kantongi SLHS
• 19 menit laludisway.id
thumb
Polisi Evakuasi 2 WNI yang Diduga Korban Penyekapan Sindikat Penyelundupan Timah Ilegal di Malaysia
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.