New York, VIVA – Tesla kembali mencuri perhatian industri otomotif global melalui kendaraan terbarunya yang bernama Cybercab. Mobil listrik berbasis robotaxi tersebut diklaim menjadi kendaraan listrik paling hemat energi yang pernah diproduksi hingga saat ini.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena tingkat efisiensi energi Cybercab berada di angka sekitar 103 Wh per kilometer. Angka itu membuat mobil listrik terbaru Tesla unggul jauh dibanding banyak kendaraan listrik lain yang saat ini beredar di pasar.
Sebagai perbandingan, beberapa mobil listrik yang dikenal efisien masih berada di angka konsumsi energi lebih tinggi. Disadur VIVA Otomotif dari Electrek, Sabtu 23 Mei 2026, Tesla Model 3 versi penggerak roda belakang membutuhkan sekitar 149 Wh per kilometer, sementara Hyundai Ioniq 6 berada di kisaran 150 Wh per kilometer.
Bahkan sedan listrik premium Lucid Air Pure yang selama ini dikenal memiliki efisiensi tinggi masih mencatat konsumsi energi sekitar 143 Wh per kilometer. Artinya, Cybercab memiliki efisiensi energi yang jauh lebih baik dibanding sejumlah model populer saat ini.
Namun ada alasan besar di balik capaian tersebut. Cybercab memang dirancang berbeda dibanding mobil penumpang biasa yang dijual untuk konsumen umum.
Mobil ini hanya memiliki dua kursi dan dibuat khusus untuk layanan robotaxi berbasis kendaraan otonom. Tesla bahkan menghilangkan setir dan pedal, sehingga banyak komponen mekanis yang umumnya menambah bobot kendaraan tidak lagi digunakan.
Desain bodinya juga dibuat sangat aerodinamis demi meningkatkan efisiensi energi. Selain itu, Cybercab menggunakan baterai berkapasitas di bawah 50 kWh dengan kemampuan jelajah yang diklaim mendekati 480 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Pendekatan tersebut membuat biaya operasional kendaraan menjadi lebih murah. Untuk layanan transportasi berbasis armada, konsumsi energi menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.
Tesla juga disebut membidik harga yang lebih terjangkau untuk Cybercab. Mobil tanpa pengemudi itu diproyeksikan dijual di kisaran US$30 ribu atau sekitar Rp490 jutaan.
Meski menawarkan efisiensi luar biasa, Cybercab tetap menghadapi tantangan besar. Tesla masih terus mengembangkan teknologi berkendara otonom penuh agar kendaraan tanpa setir dan pedal tersebut dapat beroperasi secara optimal di jalan raya.





