Jangan Asal Klik! Penipuan Kurban Online Mengintai Jelang Iduladha

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Menjelang Iduladha, tren kurban online makin diminati masyarakat. Lewat platform digital, proses membeli hewan kurban hingga penyalurannya kini bisa dilakukan hanya lewat smartphone. Praktis, cepat, dan efisien.
 
Namun di balik kemudahan itu, ancaman penipuan digital juga ikut meningkat. Mulai dari penyalur kurban fiktif, tautan palsu, hingga pencurian data pribadi kini jadi modus yang semakin sering muncul di tengah tingginya aktivitas transaksi digital saat momen hari raya.
 
Melihat kondisi tersebut, VIDA sebagai perusahaan penyedia identitas digital dan fraud prevention mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi kurban online.

“Iduladha menjadi momen ketika masyarakat berlomba-lomba menebar kebaikan salah satunya melalui kurban dan sedekah. Di saat yang sama, aktivitas transaksi digital juga meningkat. Karena itu, penting untuk lebih cermat memeriksa setiap transaksi dan tidak terburu-buru mengklik tautan yang mencurigakan. Kewaspadaan sederhana dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari penipuan digital, khususnya dalam transaksi kurban online,” ujar Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2026.
  Baca juga: Kurban Unta Punya Keutamaan Besar, Ini Penjelasannya! Modus penipuan digital kini semakin canggih Data dari Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook menunjukkan bahwa serangan fraud kini semakin terorganisasi dan terus berkembang. 
 
Pelaku kerap menggabungkan berbagai metode sekaligus dalam satu serangan, mulai dari deepfake, social engineering, hingga account takeover. 
Kondisi ini membuat semakin banyak titik rawan dalam setiap aktivitas digital yang dilakukan masyarakat, termasuk saat melakukan transaksi kurban. Tips aman kurban online agar tidak tertipu Untuk membantu masyarakat terhindar dari penipuan digital menjelang Iduladha, VIDA membagikan beberapa tips agar transaksi kurban online dapat dilakukan dengan lebih aman:
 
1. Pilih lembaga resmi dan tepercaya
Pastikan transaksi dilakukan melalui lembaga atau platform kurban yang memiliki identitas jelas dan reputasi yang baik.
 
2. Hindari mengklik tautan atau dokumen mencurigakan
Tautan maupun dokumen dari sumber yang tidak dikenal berpotensi menjadi celah penyebaran malware maupun pencurian data pribadi.
 
3. Jangan pernah membagikan OTP atau data pribadi sensitif
Penyalur kurban yang resmi tidak akan meminta kode OTP maupun informasi pribadi yang bersifat rahasia.
 
VIDA juga mengingatkan bahwa risiko penipuan tidak hanya mengintai pembeli, tetapi juga penyedia layanan kurban. 
 
Karena itu, penyedia kurban perlu lebih teliti dalam memverifikasi setiap bukti pembayaran dan memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum transaksi diproses.
 
“Modus penipuan digital akan terus berevolusi mengikuti kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Karena itu, sistem keamanan juga perlu berkembang agar mampu mengenali risiko secara lebih menyeluruh, mulai dari identitas pengguna hingga memastikan perangkat dan jaringan yang digunakan benar-benar aman. Melalui ID FraudShield, kami ingin membantu masyarakat bertransaksi digital dengan rasa tenang dan perlindungan yang lebih kuat,” ucap Niki.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakbar Dijuluki ‘Gotham City’ Gara-Gara Begal, Legislator Usul Rentetan Solusi
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Marselino Ferdinan Mendadak Bertemu Shin Tae-yong Jelang TC Timnas Indonesia, Caption Pelatih Asal Korea Selatan Ini Bikin Fans Garuda Baper
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Tanah Terbalik-Jejak Tanda Gempa Besar Ditemukan di Gunung Ciremai
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tata Kelola dan Budaya Kepatuhan Kini Jadi Penentu Daya Saing Bisnis
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Optimalkan Tambahan TKD untuk Penanganan dan Mitigasi Bencana
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.