Gegara Main Game, Tempurung Kepala Siswa SMP di Singkawang Pecah Usai Dianiaya Teman Pakai Palu

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pelajar kelas satu SMP negeri berinisial W (12) harus mendapatkan penanganan intensif di RSUD Abdul Aziz setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman sebayanya.

Insiden tersebut diduga dipicu persoalan saat bermain game bersama. Akibat kejadian itu, korban mengalami cedera serius pada bagian kepala hingga menyebabkan tempurung kepalanya pecah.

Ibu korban, Chinusha (38), menjelaskan masalah bermula ketika anaknya bermain game dengan pelaku beberapa waktu sebelumnya. Menurut dia, pelaku diduga menyimpan emosi setelah merasa tersinggung saat bermain.

"Pelaku marah karena merasa tersentuh oleh anak saya saat main. Sejak itu, dia sering mengajak berkelahi, tapi anak saya tidak pernah meladeni karena mereka berteman baik," ujar Chinusha, Sabtu (23/5/2026).

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat (15/5/2026) di kawasan Jalan KS Tubun. Saat kejadian, korban tengah bermain di rumah rekannya sebelum pelaku datang sambil membawa palu.

Menurut keluarga, pelaku kemudian langsung menyerang korban menggunakan benda tersebut hingga W terjatuh.

"Anak saya langsung kejang-kejang di lokasi setelah dipukul," jelas Chinusha.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami retak parah pada bagian tengkorak akibat benturan benda tumpul. Cedera tersebut juga berdampak pada kondisi saraf korban.

Saat ini, W masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tim dokter menyebut korban membutuhkan penanganan jangka panjang, termasuk operasi lanjutan untuk pemasangan tempurung kepala.

"Kondisinya sangat memilukan. Selain luka di kepala, salah satu kakinya sekarang belum bisa digerakkan secara normal," kata Chinusha.

Keluarga korban mengaku kesulitan menanggung biaya pengobatan yang terus berjalan. Mereka kini mengandalkan BPJS Kesehatan untuk membantu proses perawatan anaknya.

Chinusha memastikan kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan kini sedang diproses secara hukum.

Meski demikian, pihak keluarga berharap keluarga pelaku ikut bertanggung jawab atas kondisi korban yang masih harus menjalani pengobatan panjang.

"Kami orang susah, perjalanan pengobatan W masih sangat panjang. Kami tidak dendam, kami hanya ingin ada tanggung jawab agar anak kami bisa sembuh dan sekolah lagi," pungkasnya. (nba)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL Misi Perdamaian di Lebanon
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Penanganan Truk ODOL Bakal Mirip Skema Kelebihan Bagasi di Maskapai, Jadi Pendapatan Baru BUJT
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Dalami Kasus Bea Cukai, KPK Berencana Panggil Lagi Bos Rokok M Suryo
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prediksi Persib Vs Persijap dalam Duel Pamungkas BRI Super League: Menatap Hattrick Juara!
• 3 jam lalubola.com
thumb
Eks Ketua BPK Soroti Makna Kerugian Negara dalam Tipikor, Singgung Penegak Hukum
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.