Risiko Infeksi Mengintai Petugas Kurban saat Idul Adha

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, mengingatkan petugas penyembelihan hewan kurban agar menerapkan perlindungan diri saat proses pemotongan hewan pada Hari Raya Idul Adha guna mencegah gangguan kulit hingga risiko infeksi.

Menurut dr. Arini, paparan darah, kotoran, maupun cairan tubuh hewan kurban dapat memicu iritasi kulit apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, petugas dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan tahan air, sepatu bot, dan pakaian lengan panjang selama bekerja.

“Jika ada luka kecil di tangan sebaiknya ditutup terlebih dahulu dengan plester tahan air sebelum bekerja,” kata dr. Arini, dikutip dari ANTARA, Jumat (23/5).

Ia menjelaskan, kurangnya kebersihan saat menangani hewan kurban dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada kulit, seperti impetigo, selulitis, folikulitis, hingga abses kulit. Selain itu, terdapat pula risiko zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama apabila terdapat luka terbuka pada kulit.

Menurutnya, individu yang bekerja di lingkungan lembab dan kurang higienis lebih rentan mengalami infeksi. Oleh sebab itu, dr. Arini menyarankan petugas kurban melakukan vaksinasi tetanus sebagai langkah perlindungan tambahan sebelum bertugas.

Selain menggunakan pelindung diri, petugas juga diminta menghindari menyentuh wajah, mata, maupun mulut selama proses penyembelihan dan pemotongan daging untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Setelah pekerjaan selesai, petugas dianjurkan segera mencuci tangan dan membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran atau darah hewan.

Jika terjadi iritasi kulit akibat paparan darah atau kotoran hewan, dr. Arini menyarankan area terdampak segera dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun lembut selama beberapa menit sebelum dikeringkan dan diberikan pelembap.

Sementara apabila mengalami luka sayatan pisau, ia mengimbau korban segera menghentikan perdarahan dengan menekan luka menggunakan kasa atau kain bersih, kemudian membersihkan luka dengan air mengalir dan antiseptik ringan sebelum menutupnya dengan perban steril.

“Bila luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, maupun demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Calon Haji yang Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia, Kemenhaj Sampaikan Duka
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkot Jaksel Sosialisasi Pilah Sampah kepada Pengurus Koperasi Merah Putih
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korban Tewas Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Bertambah Jadi 90 Orang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
AHY Harap Lebih Banyak Alumni Taruna Nusantara Berperan di Pemerintahan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Kesejahteraan Purnabakti, TASPEN Mulai Salurkan Gaji Ketiga Belas Pensiunan ASN
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.