Jakarta (ANTARA) - Pebasket Satya Wacana Salatiga Henry Alexander Samuel Sualang meraih gelar Pemain Debutan Terbaik Indonesian Basketball League alias Rookie of the Year IBL 2026, setelah memperoleh suara terbanyak dari pelatih kepala, analis bola basket, dan perwakilan media.
"Henry meraih poin terbanyak karena dianggap paling menonjol di antara empat pesaing lainnya yang masuk nominasi," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Pebasket itu tampil impresif pada musim debutnya di kompetisi bola basket kasta tertinggi di Indonesia.
Dia menjadi pilihan mutlak dalam pemungutan suara penghargaan pemain rookie terbaik musim ini.
Henry mengumpulkan total 15 suara peringkat pertama, sehingga meraih total 186 poin. Dia unggul jauh atas pesaing terdekatnya, Richard Kornelius dari Hangtuah Jakarta yang mengoleksi 125 poin.
Posisi ketiga ditempati Muhammad Raisha dari Satria Muda Pertamina Bandung dengan 117 poin.
Sepanjang musim reguler IBL GoPay 2026, Henry tampil dalam 20 pertandingan alias tidak pernah absen. Meski berstatus debutan, dia mampu memperoleh kepercayaan dari pelatih kepala Jerry Lolowang untuk mendapatkan menit bermain cukup tinggi.
Pebasket tersebut mencatatkan rata-rata 13,4 menit bermain per laga dengan kontribusi 3,4 poin per laga (ppg), satu rebound per laga (rpg), dan 1,6 assist per laga (apg).
Baca juga: Yesaya Saudale genggam IBL Most Improved Player 2026
Statistik itu menjadi yang terbaik dibandingkan kandidat rookie lainnya seperti Richard Kornelius, Muhammad Raisha, Almando Davin, dan Danu Aprilianto.
Keberhasilan Henry dinilai menjadi angin segar bagi Satya Wacana yang dalam beberapa tahun terakhir minim prestasi individu pemain.
Klub itu terakhir kali memiliki pemain yang meraih gelar individu, lewat Madarious Gibbs sebagai Best Foreign Player pada edisi 2019.
Sementara untuk kategori pemain lokal, penghargaan terakhir diraih Firman Dwi Nugroho sebagai Defensive Player of the Year IBL 2016 dan Henry Cornelis Lakay yang menyabet Most Inspiring Young Player pada 2018.
Sistem voting IBL Awards 2026 melibatkan total 21 pemilih yang terdiri atas 11 pelatih kepala, serta analis bola basket dan perwakilan media sebanyak 10 orang.
Setiap pemilih memberikan poin berdasarkan peringkat pemain, yakni 10 poin untuk posisi pertama, tujuh poin posisi kedua, lima poin posisi ketiga, tiga poin posisi keempat, dan satu poin posisi kelima.
Baca juga: Rio Disi ukir sejarah dengan raih tiga gelar Sixth Man of The Year IBL
Baca juga: Yudha Saputera raih gelar Pemain Bertahan Terbaik IBL 2026
"Henry meraih poin terbanyak karena dianggap paling menonjol di antara empat pesaing lainnya yang masuk nominasi," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Pebasket itu tampil impresif pada musim debutnya di kompetisi bola basket kasta tertinggi di Indonesia.
Dia menjadi pilihan mutlak dalam pemungutan suara penghargaan pemain rookie terbaik musim ini.
Henry mengumpulkan total 15 suara peringkat pertama, sehingga meraih total 186 poin. Dia unggul jauh atas pesaing terdekatnya, Richard Kornelius dari Hangtuah Jakarta yang mengoleksi 125 poin.
Posisi ketiga ditempati Muhammad Raisha dari Satria Muda Pertamina Bandung dengan 117 poin.
Sepanjang musim reguler IBL GoPay 2026, Henry tampil dalam 20 pertandingan alias tidak pernah absen. Meski berstatus debutan, dia mampu memperoleh kepercayaan dari pelatih kepala Jerry Lolowang untuk mendapatkan menit bermain cukup tinggi.
Pebasket tersebut mencatatkan rata-rata 13,4 menit bermain per laga dengan kontribusi 3,4 poin per laga (ppg), satu rebound per laga (rpg), dan 1,6 assist per laga (apg).
Baca juga: Yesaya Saudale genggam IBL Most Improved Player 2026
Statistik itu menjadi yang terbaik dibandingkan kandidat rookie lainnya seperti Richard Kornelius, Muhammad Raisha, Almando Davin, dan Danu Aprilianto.
Keberhasilan Henry dinilai menjadi angin segar bagi Satya Wacana yang dalam beberapa tahun terakhir minim prestasi individu pemain.
Klub itu terakhir kali memiliki pemain yang meraih gelar individu, lewat Madarious Gibbs sebagai Best Foreign Player pada edisi 2019.
Sementara untuk kategori pemain lokal, penghargaan terakhir diraih Firman Dwi Nugroho sebagai Defensive Player of the Year IBL 2016 dan Henry Cornelis Lakay yang menyabet Most Inspiring Young Player pada 2018.
Sistem voting IBL Awards 2026 melibatkan total 21 pemilih yang terdiri atas 11 pelatih kepala, serta analis bola basket dan perwakilan media sebanyak 10 orang.
Setiap pemilih memberikan poin berdasarkan peringkat pemain, yakni 10 poin untuk posisi pertama, tujuh poin posisi kedua, lima poin posisi ketiga, tiga poin posisi keempat, dan satu poin posisi kelima.
Baca juga: Rio Disi ukir sejarah dengan raih tiga gelar Sixth Man of The Year IBL
Baca juga: Yudha Saputera raih gelar Pemain Bertahan Terbaik IBL 2026





