tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan aman dan normal, menyusul padamnya aliran listrik yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut pada Jumat (22/5) malam.
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Mexan, Sabtu, menegaskan bahwa gangguan aliran listrik dari pihak penyedia energi tersebut tidak mempengaruhi grafik perjalanan kereta api, baik untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
"Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, semua perjalanan KA tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," ujar Anwar.
Ia menambahkan seluruh pelayanan kereta api penumpang di sejumlah stasiun utama, seperti Stasiun Medan, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Siantar dan Stasiun Rantauprapat, tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengalami keterlambatan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat dan mengingat tenaga listrik merupakan kebutuhan yang krusial, KAI Divre I Sumut telah menyiagakan sistem pembangkit listrik cadangan (genset).
Fasilitas ini berfungsi untuk menyuplai energi alat komunikasi, sistem persinyalan, hingga pemenuhan kebutuhan pelayanan langsung kepada pelanggan di area stasiun.
"Pada saat terjadi pemadaman, pembangkit memerlukan beberapa waktu untuk menyala dan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan seperti penerangan, penyejuk ruangan, maupun yang lain. KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan kereta api yang mengalami ketidaknyamanan pada saat terjadi proses peralihan sumber energi tersebut," tambahnya.
Selain mengandalkan pembangkit listrik cadangan konvensional, keandalan sistem kelistrikan KAI di wilayah ini juga ditopang oleh inovasi energi terbarukan. Khusus di Stasiun Medan, KAI telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Panel surya ini aktif menghasilkan energi untuk operasional siang hari sekaligus berfungsi mengisi daya baterai cadangan yang dapat disalurkan saat terjadi gangguan listrik di malam hari.
Hingga Sabtu (23/5) pukul 08.00 WIB, sumber tenaga listrik di beberapa stasiun dilaporkan telah kembali normal, meski sebagian stasiun lainnya masih mengalami pemadaman.




