Wamendagri Ribka Haluk Kawal Perdamaian Konflik Suku di Wamena

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk turun langsung dalam prosesi perdamaian konflik perang suku yang digelar di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jayawijaya, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (23/5/2026).

Prosesi perdamaian tersebut ditandai dengan ritual adat patah panah sebagai simbol berakhirnya konflik antara kedua belah pihak. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan surat pernyataan damai yang disaksikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Advertisement

BACA JUGA: SAPA UMKM Diluncurkan,Wamendagri Harap Perkuat Ekosistem Usaha

Dalam sambutannya, Ribka menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan tokoh adat yang telah membuka ruang perdamaian dengan penuh kerendahan hati dan jiwa besar.

“Saya tidak bisa bicara banyak. Saya mewakili pemerintah pusat yang hadir di kota ini. Sejak awal kami mengikuti seluruh tahapan dan semua yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri yang mewakili Presiden Republik Indonesia berupa apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Papua Pegunungan yang telah memilih jalan damai melalui pendekatan adat.

Sebagai perempuan adat Papua, Ribka mengaku terharu melihat penyelesaian konflik dilakukan secara adat oleh para tokoh dan masyarakat.

“Saya menangis, tetapi saya bahagia karena orang-orang tua bisa menyelesaikan ini secara adat dengan jiwa besar,” ucapnya.

Ribka menegaskan bahwa keamanan menjadi syarat utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu menjalankan pembangunan secara maksimal apabila kondisi keamanan tidak kondusif.

“Kalau keamanan tidak baik, maka pemerintah juga tidak bisa berbuat apa-apa. Daerah harus aman dulu baru kita bisa membangun,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur keluarga, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah kampung sebelum berujung pada kekerasan.

“Jangan langsung selesaikan dengan cara-cara kekerasan. Sudah cukup,” tambahnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menanti Detik-detik David da Silva Ciptakan Sejarah, Penasbihan Top Skor Tertua di Liga Indonesia
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube, Berikut Link Nontonya
• 12 jam laludisway.id
thumb
Jogja Financial Festival 2026 Day 2 Hadirkan Diskusi Bersama Pakar hingga Penampilan Juicy Lucy
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Raja Assist Championship Bakal Dipanggil Timnas Indonesia? John Herdman Beri Pernyataan Tegas soal Kualifikasi Pemain di Skuad Garuda
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelatih Red Sparks Sindir Pengganti Megawati Hangestri? Gara-gara Vanja Bukilic, Ko Hee-jin Berani Bilang...
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.