PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) bergerak cepat dalam memulihkan sistem kelistrikan pascagangguan pada jaringan transmisi interkoneksi Sumatera. General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB, Adhi Herlambang, melaporkan adanya progres signifikan dalam normalisasi pasokan listrik di wilayah kerjanya.
Adhi Herlambang menyatakan bahwa manajemen telah mengerahkan seluruh sumber daya manusia untuk melakukan penanganan di titik-titik krusial sejak gangguan terjadi. Langkah ini diambil guna meminimalisasi dampak ekonomi dan sosial di tiga provinsi terdampak.
“Dari tadi malam seluruh petugas kami di ketiga provinsi turun langsung ke lapangan untuk melakukan percepatan pemulihan kelistrikan yang ada, Bapak,” ujar Adhi Herlambang dalam laporannya kepada jajaran direksi pusat, Sabtu (23/5/2026).
Dalam aspek infrastruktur, Adhi Herlambang merinci kondisi 33 Gardu Induk (GI) yang menjadi tulang punggung distribusi listrik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Pihaknya memastikan sebagian besar perangkat transmisi tersebut kini telah kembali berfungsi.
“Alhamdulillah, dari 33 gardu induk yang terdampak tadi malam, sebagian besar sudah bertegangan dan tinggal sedikit saja yang sekarang menunggu kesiapan mengalirkan listrik ke pelanggan,” ungkap Adhi.
Pemulihan 1,7 Juta Pelanggan
Kembalinya tegangan pada puluhan gardu induk tersebut secara otomatis memulihkan aliran listrik ke jutaan pelanggan. Berdasarkan data terkini, tingkat pemulihan di wilayah S2JB telah mencapai lebih dari 80 persen dari total beban terdampak.
“Jadi dari 1,9 juta pelanggan terdampak, sekarang 1,7 juta di antaranya kelistrikannya sudah menyala normal kembali. Semoga sisanya bisa segera diproses dalam waktu dekat,” tuturnya lebih lanjut.
Guna memastikan efektivitas pemulihan pada objek vital dan pusat ekonomi, Adhi Herlambang menekankan pentingnya kolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan (Forkopimda) di seluruh wilayah kerja S2JB. Komunikasi ini menjadi kunci dalam menentukan skala prioritas penormalan listrik.
“Kami beserta tim menjalin komunikasi intensif, Pak, dengan seluruh stakeholder utama kami, para gubernur di ketiga provinsi, Kapolda, Kabinda, Kajati, para bupati, dan wali kota sehingga kita mendapatkan lokasi-lokasi prioritas yang menjadi perhatian utama untuk kami nyalakan,” jelas Adhi.
Upaya ini, lanjut Adhi Herlambang, mendapat respons positif dan dukungan penuh dari pimpinan daerah guna mempercepat recovery sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Komitmen Operasional 24 Jam
Menutup keterangannya, Adhi Herlambang menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi dan memastikan bahwa tim PLN UID S2JB akan tetap bersiaga penuh hingga seluruh pelanggan kembali menikmati aliran listrik secara normal.
''Kami juga mohon doanya, insyaallah tim kami terus all out mengawal proses ini sampai dengan selesai nanti,” pungkas Adhi.





