JAKARTA, KOMPAS.com - Muhammad Firdaus (72), warga asal Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang wafat saat menunaikan ibadah haji, sudah disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Makkah.
“Abah (panggilan sang anak kepada Firdaus) tadi sudah disalatkan di Masjidil Haram dan sudah dimakamkan tadi siang,” ujar anak Firdaus, Nurul Fadila (37), saat diwawancarai Kompas.com di kediamannya, Sabtu (23/5/2026).
Nurul mengatakan, ayahnya pertama kali hilang pada Jumat (15/5/2026), tepatnya saat menjalankan umrah bersama rombongan haji di Masjidil Haram.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Nurul dari grup percakapan rombongan orangtuanya yang berulang kali menanyakan keberadaan Firdaus.
“Saya lihat di grup ada yang bilang, ‘Bapak Firdaus di mana ya?’ Saya sudah deg-degan waktu itu,” kata dia.
Tak lama kemudian, Firdaus sempat ditemukan dan dibawa kembali ke hotel. Namun setelah itu, Firdaus kembali hilang dan tidak diketahui keberadaannya selama delapan hari.
Baca juga: Kronologi Muhammad Firdaus Hilang Saat Haji hingga Ditemukan Meninggal
Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah SakitSelama proses pencarian, keluarga di Jakarta terus berupaya mencari informasi dengan menghubungi petugas perlindungan jemaah, petugas kloter, hingga pihak daker haji di Arab Saudi.
“Saya benar-benar hubungi semuanya. Saya terus tanya sudah dicari ke mana saja,” ujar Nurul.
Menurut dia, petugas juga sempat melakukan pencarian ke sejumlah rumah sakit, hotel, hingga melapor ke kepolisian setempat.
Firdaus kemudian ditemukan pada Jumat (22/5/2026) dalam keadaan meninggal dunia.
“Saya dikabari teman yang di Makkah, katanya Bapak Muhammad Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumah sakit," kata dia.
Mendapatkan kabar tersebut, Nurul meminta petugas untuk memastikan informasi tersebut benar.
Beberapa jam kemudian, ibu Nurul yang juga sedang menjalankan ibadah haji diminta datang ke rumah sakit untuk memastikan identitas jenazah.
“Ibu saya datang ke rumah sakit dan ternyata benar itu Abah,” imbuh dia.
Baca juga: Kronologi Penemuan Firdaus, Jemaah Haji yang Hilang dan Wafat di Makkah
Sudah Daftar Haji sejak 2012Keluarga mengaku berusaha menerima kepergian Firdaus meski tidak bisa mendampingi pada saat-saat terakhir hidupnya.
“Kami sedih karena enggak bisa lihat terakhir kali secara langsung,” kata Nurul.
Firdaus diketahui telah mendaftar haji sejak 2012 dan baru mendapat kesempatan berangkat tahun ini setelah sempat tertunda pandemi Covid-19.
Di mata keluarga, Firdaus dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan rutin berjalan kaki ke masjid untuk salat berjamaah.
“Kalau subuh dia jalan kaki ke masjid dan itu sudah bertahun-tahun,” ucap Nurul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




