FAJAR, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target tersebut disampaikan setelah pemerintah mengklaim berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis.
“Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,” ujar Prabowo saat menghadiri panen raya Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan swasembada daging dalam beberapa tahun mendatang.
“Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan ketahanan pangan menjadi aspek penting dalam menjaga kedaulatan bangsa, terutama di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan peperangan di berbagai kawasan.
“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pertahanan negara dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri untuk menjaga kekayaan nasional dari kepentingan asing.
“Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk menjaga kekayaan kita,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan pengelolaan kekayaan nasional harus dilakukan secara mandiri demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Ini sudah kita lakukan dan harus kita lakukan. Ini perintah Undang-Undang Dasar dan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Jpg/*)





