Jakarta, VIVA – Gelombang baru serangan Israel pada hari Sabtu dini hari, 23 Mei 2026 waktu setempat, merusak sebuah rumah sakit di kota Tyre, Lebanon selatan.
Menurut laporan kantor berita negara NNA, serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada Rumah Sakit Hiram, termasuk ruang operasi, tempat tinggal perawat, kamar pasien, klinik, jaringan listrik, dan jendela bangunan.
Bangunan lain di kota itu juga dilaporkan hancur dan rata dengan tanah akibat serangan Israel di wilayah Lebanon Selatan tersebut.
- aa.com.tr
Pesawat tempur Israel turut merusak sejumlah besar rumah di sekitarnya, serta terhadap infrastruktur termasuk jaringan air, listrik, dan jalan-jalan internal di kawasan permukiman.
Ambulans dan tim pertahanan sipil pun langsung dikerahkan ke lokasi serangan, untuk menilai tingkat kerusakan.
Tak hanya itu, pasukan Israel juga melancarkan serangan udara ke kota Yohmor al-Shaqif.
Menurut pejabat Lebanon, lebih dari 3.000 orang tewas dan 1,6 juta lainnya mengungsi akibat serangan terbaru Israel di Lebanon, yang dimulai pada 2 Maret 2026.
Momentum itu terjadi tidak lama setelah Hizbullah melakukan serangan balasan terkait perang Iran.
Serangan Israel ke Lebanon Selatan terus berlanjut, meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) masih berlaku hingga awal Juli 2026 mendatang (Ant).





