Timwas Haji DPR Minta Pembimbing Ibadah Pernah Umrah atau Haji

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Banyak pembimbing ibadah memahami tata cara haji secara teori saat manasik.

Timwas Haji DPR Minta Pembimbing Ibadah Pernah Umrah atau Haji

IDXChannel - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Nasir Djamil meminta perekrutan pembimbing ibadah haji dievaluasi. Menurutnya, pembimbing ibadah perlu memiliki pengalaman langsung menjalani umrah atau haji agar mampu mendampingi jamaah di lapangan.

Nasir mengatakan, banyak pembimbing ibadah memahami tata cara haji secara teori saat manasik. Namun, kondisi di lapangan kerap berbeda sehingga membuat jamaah kebingungan.

Baca Juga:
Jelang Puncak Haji di Armuzna, Bus Shalawat Berhenti Sementara

"Kadang ada pembimbing yang tahu teori saat manasik, tapi ketika melihat realitas di lapangan berbeda. Itu membuat jamaah juga kebingungan," kata Nasir dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta agar pembimbing ibadah minimal pernah menjalani umrah atau haji. Hal itu dinilai penting agar pembimbing lebih siap mendampingi jamaah selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga:
Sempat Hilang, Jamaah Haji Indonesia Ditemukan Wafat

"Ke depan diharapkan tidak ada lagi pembimbing yang belum pernah ke Tanah Suci," lanjut Nasir.

Selain soal pengalaman pembimbing, Nasir juga menyoroti minimnya jumlah pembimbing dibandingkan jumlah jamaah haji. Menurut dia, kondisi tersebut membuat banyak jamaah kesulitan mengikuti rangkaian ibadah, terutama saat umrah pertama di Makkah.

Baca Juga:
Seluruh Jamaah Haji Asal Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci

Akibat keterbatasan pembimbing, jamaah disebut kerap terpencar saat tawaf dan sai sehingga tidak dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.

"Pembimbing ibadah ini memang masih minim sekali. Ketika jamaah tiba di Makkah dan melaksanakan umrah, mereka tidak fokus dan terpencar-pencar," ungkapnya.

Nasir turut menekankan pentingnya pembinaan jamaah menjelang fase Armuzna. Dia menilai banyak jamaah belum memiliki pola aktivitas yang terarah sehingga berisiko mengalami kelelahan saat puncak ibadah haji.

Menurut dia, jamaah perlu diarahkan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan spiritual beberapa hari sebelum wukuf di Arafah.

"Kalau bisa ada kegiatan seperti olahraga ringan, bimbingan ibadah, dan penguatan mental agar jamaah benar-benar siap lahir batin," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kegusaran ”Amirul Hajj” Menemukan Tenda di Arafah Dikapling-kapling KBIHU
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Diamankan, Wanita Tampar Penumpang Jaklingko Belum Setahun Keluar RSJ
• 12 jam laludetik.com
thumb
Iran Tegaskan Hanya Tuntut Pencabutan Sanksi dan Pemulihan Hak dari AS
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Prakiraan Cuaca Malang Raya Akhir Pekan: Sabtu Cerah Terik, Minggu Didominasi Awan Tebal dan Kabut
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Pelaksanaan Kurban, Apa Saja?
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.