Bongkar Kebrutalan Israel, Relawan WNI Flotilla Gaza: Kami Disiksa 4 Hari dan Diperlakukan Bak Hewan

kompas.tv
22 jam lalu
Cover Berita
Kesaksian memilukan datang dari salah satu warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Herman Budianto Sudarsono. Pasca-mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026) sore, pria asal Ponorogo ini membongkar kebrutalan militer Israel (Israeli Occupation Forces/IOF) selama menyandera para aktivis kemanusiaan sipil. (Sumber: YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Kesaksian memilukan datang dari salah satu warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Herman Budianto Sudarsono. 

Pasca-mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026) sore, pria asal Ponorogo ini membongkar kebrutalan militer Israel (Israeli Occupation Forces/IOF) selama menyandera para aktivis kemanusiaan sipil.

Herman mengungkapkan bahwa dirinya beserta ratusan relawan internasional lainnya mengalami penyiksaan fisik dan mental yang sangat keji selama empat hari masa penahanan.

Baca Juga: Mendarat di Soetta, 9 WNI yang Ditahan Israel Disambut Menlu RI dan Dubes Palestina

"Penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata. Sangat keji, sangat brutal, dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang kurang lebih empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi," kata Herman di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Herman menceritakan betapa tidak manusiawinya perlakuan tentara Israel terhadap para aktivis yang berniat mengantarkan bantuan logistik ke Jalur Gaza tersebut. Selama di tahanan, para relawan dipaksa tunduk dan diperlakukan layaknya binatang.

"Belum lagi hal-hal yang lain terkait kondisi ketika kita dipenjara dan seterusnya, diperlakukan seperti hewan. Kami harus berjalan merangkak dengan lutut kami. Kami harus berjalan dengan selalu menunduk, tidak boleh menatap mereka," ucapnya.

Penyiksaan psikologis dan fisik itu diperparah dengan kondisi ruang tahanan yang sangat buruk. 

Herman mengaku, para relawan dipaksa tidur di atas lantai penjara yang dingin tanpa diberi selimut, bahkan dalam kondisi pakaian yang masih basah kuyup.

Dampak dari tindakan represif militer Israel tersebut terbilang sangat fatal. 

Menurut pengamatan Herman di lokasi penahanan, ada ratusan relawan dari puluhan negara yang mengalami cedera berat akibat hantaman dari tentara Israel.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kesaksian relawan WNI
  • Global Sumud Flotilla disiksa
  • kebrutalan tentara Israel
  • Herman Budianto Sudarsono
  • relawan Gaza Ponorogo
  • kekerasan penjara Israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Tembus 1,5 Juta, Kedatangan Jemaah Haji 2026 Meningkat di Tengah Konflik Timur Tengah
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Saham ICBP hingga BBRI Bawa Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
1.152 Dapur MBG Masih Disetop, BGN Tegaskan: Tak Ada Toleransi untuk Layanan di Bawah Standar
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pemulihan Pascabencana Sumatera Terus Membaik, Mayoritas Daerah Terdampak Kembali Normal
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.