JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta pemerintah menyelidiki dugaan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Ace mengatakan, pemerintah perlu memastikan seluruh hak para WNI tersebut terpenuhi jika terdapat dugaan pelanggaran selama penahanan.
Baca juga: Kesaksian Relawan WNI Saat Ditahan Tentara Israel: Saya Dipukul, Diinjak, dan Disetrum
“Ya saya kira penting juga ya dipastikan bahwa apa yang terjadi terhadap WNI tersebut agar mereka betul-betul memang bisa dipenuhi hak-haknya sehingga kalau misalnya mengalami kekerasan tentu harus ada konsekuensi yang harus diterima akibat daripada itu,” kata Ace di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Ace juga mengapresiasi pemerintah dengan kembalinya 9 WNI tersebut ke Tanah Air. Meski demikian, dia tetap mengecam tindakan Israel yang menyekap sembilan WNI tersebut.
“Karena itu menyalahi semangat kemanusiaan juga dan itu melanggar hukum humaniter internasional yang memang bagi jurnalis maupun aktivis kemanusiaan mereka harus dilindungi dalam tugasnya,” ujarnya.
Baca juga: Menlu Sugiono Apresiasi Pembebasan 9 WNI, Soroti Peran Presiden hingga Turkiye
Diberitakan sebelumnya, sembilan WNI yang sempat ditahan Israel telah tiba di tanah air pada Minggu (24/5/2026) sore.
Berikut nama-nama sembilan WNI yang sempat ditahan Israel itu adalah sebagai berikut:
Andi Angga Prasadewa dari Kapal Josef
Rahendro Herubowo dari Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho dari Kapal Ozgurluk
Thoudy Badai dari Kapal Ozgurluk
Bambang Noroyono (Abeng) dari Kapal BoraLiz
Herman Budianto Sudarsono dari Kapal Zapyro
Ronggo Wirasanu dari Kapal Zapyro
Asad Aras Muhammad dari Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo dari Kapal Kasr-1
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang