Salah Membagikan Daging Kurban Kurangi Nilai Ibadah, Ini Aturan Sesuai Syariat

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pembagian daging kurban merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Iduladha yang dinanti-nanti. Meski demikian, pembagian daging kurban juga merupakan aspek krusial yang harus dilakukan dengan benar sesuai syariat dan adab Islam.

Cara pembagian daging kurban harus dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan syariat. Tujuannya bukan hanya membagikan makanan, tetapi menyebarkan manfaat serta nilai sosial dari ibadah ini.

Selain mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga mengajarkan kepedulian sosial. Dengan cara pembagian daging kurban yang adil dan tepat, umat Islam diajarkan untuk berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu.

Kesalahan dalam pembagian bisa mengurangi nilai ibadah, bahkan dapat menyalahi tuntunan agama. Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut tata cara pembagian daging kurban sesuai syariat.

Baca Juga :

Bolehkah Berkurban dengan Hewan Betina? Simak Hukum Islamnya
  Ketentuan Syariat dalam Pembagian Daging Kurban Dalam syariat Islam, cara pembagian daging kurban memiliki aturan yang jelas. Tidak semua daging bisa dibagikan sembarangan, dan ada porsi yang harus diperhatikan.

Berdasarkan keterangan para ulama dan hadis Rasullullah saw., daging kurban sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian: Sepertiga untuk pemilik hewan kurban Pemilik boleh mengambil sebagian daging untuk dikonsumsi pribadi. Namun, dalam cara pembagian daging kurban, tidak diperbolehkan menjual bagian daging ini, bahkan jeroan sekalipun. Sepertiga untuk diberikan kepada kerabat atau tetangga Daging ini diberikan sebagai bentuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari raya. Dalam cara pembagian daging kurban, kelompok ini bisa terdiri dari Muslim yang tidak miskin. Sepertiga untuk fakir miskin Bagian ini wajib untuk dibagikan. Dalam konteks cara pembagian daging kurban, bagian ini harus sampai kepada yang membutuhkan tanpa syarat dan tanpa mengambil keuntungan.

Syaikh Wahbah Zuhaili dalam Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa meskipun tidak wajib membagi tepat sepertiga, yang penting daging dibagikan kepada fakir miskin dalam jumlah yang mencukupi.

Dalam pelaksanaannya, cara pembagian daging kurban harus dilakukan secara amanah dan tidak boleh memihak. Prioritaskan yang benar-benar membutuhkan, dan hindari diskriminasi dalam proses pembagian. Adab dan Etika dalam Membagikan Daging Kurban Selain aturan syariat, Islam juga mengajarkan adab dalam melaksanakan ibadah, termasuk dalam cara pembagian daging kurban. Adab ini penting agar ibadah kita lebih bernilai dan mendekatkan kita pada akhlak Rasulullah saw.
  • Niat yang ikhlas
  • Tidak menyakiti perasaan penerima
  • Tidak menyebut-nyebut pemberian
  • Membagikan dalam kondisi layak konsumsi
  • Mengutamakan penerima yang paling membutuhkan

ilustrasi sapi kurban, dok: freepik Praktik Baik dalam Pembagian Daging Kurban di Masyarakat Dalam masyarakat Muslim Indonesia, praktik cara pembagian daging kurban umumnya dilakukan melalui masjid atau panitia khusus. Berikut ini adalah beberapa praktik baik yang bisa dijadikan contoh dalam implementasi pembagian daging kurban:
  • Menggunakan kupon distribusi
  • Membagikan langsung ke rumah penerima
  • Membuat daftar penerima yang diverifikasi
  • Menghindari penggunaan kantong plastik berbahaya
  • Mengedukasi masyarakat soal syariat kurban


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesaksian Relawan WNI GSF: Kapal Dibajak, Dirusak, Hingga Disiksa Militer Israel
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
1.152 SPPG Disetop Sementara, Kepala BGN: Tidak Ada Kompromi untuk Standar MBG
• 2 jam lalukompas.com
thumb
PDIP Jatim: Pemilih Muda Bakal Jadi Kunci di Pemilu 2029
• 14 menit laluberitajatim.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangkap Dua Terduga Pengedar Narkoba Tembakau Sintetis di Jaktim
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
BRIN: Indonesia Punya Harta Karun Mineral Kritis Teknologi Global
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.