QINYUAN, KOMPAS.TV — Otoritas pemerintah China menggelar investigasi besar-besaran terhadap operator tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi.
Langkah ini diambil menyusul insiden ledakan gas fatal pada Jumat malam yang menewaskan sedikitnya 82 pekerja dan menjadi tragedi tambang paling mematikan di negeri tirai bambu dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga Minggu (24/5/2026), kompleks fasilitas pertambangan yang dikelola oleh perusahaan swasta Shanxi Tongzhou Group tersebut masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan.
Baca Juga: Tambang Batu Bara di China Meledak, Korban Tewas Capai 90 Orang
Puluhan kendaraan darurat juga disiagakan di lokasi kejadian seiring upaya pencarian korban yang masih berjalan.
Cetak Biru Palsu Hambat EvakuasiBerdasarkan laporan media resmi pemerintah China, CCTV, tim penyelamat menghadapi kendala teknis yang sangat berat di lapangan.
Selain paparan gas beracun yang pekat, lorong-lorong bawah tanah tempat para penambang terjebak kini dalam kondisi banjir.
Hambatan terbesar justru datang dari kelalaian pihak manajemen.
Otoritas lokal mengungkapkan bahwa dokumen cetak biru proyek yang diserahkan oleh operator tambang ternyata palsu dan tidak sesuai dengan tata letak riil terowongan di bawah tanah.
Pemalsuan data ini membuat ratusan petugas SAR dan personel medis kesulitan memetakan titik koordinat para korban.
Tak hanya memalsukan denah, pihak operator juga sempat memberikan informasi yang simpang siur pasca-ledakan.
Otoritas sempat merilis jumlah korban tewas sebanyak 90 orang, sebelum akhirnya direvisi menjadi 82 orang setelah kekacauan data yang disodorkan manajemen berhasil diluruskan.
Saat ini, para petinggi dan pihak manajemen yang bertanggung jawab atas pengoperasian tambang telah ditangkap dan berada di bawah kendali kepolisian untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Baca Juga: Ledakan Tambang Batu Bara di China Diduga karena Gas, Pekerja Cium Bau Belerang Sebelum Kejadian
Dampak ledakan ini berimbas langsung pada kehidupan warga di Desa Shangzhuang, sebuah pemukiman buruh yang terletak hanya beberapa ratus meter dari area tambang.
Sebagian besar rumah dua lantai di desa ini disewakan untuk para penambang, termasuk mereka yang menjadi korban tewas.
Pasca-insiden, atmosfer di desa tersebut berubah mencekam. Sejumlah tambang lain di sekitar lokasi memilih untuk menghentikan operasional sementara waktu.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- ledakan tambang china
- kecelakaan tambang batubara
- berita internasional
- provinsi shanxi
- shanxi tongzhou group
- tambang liushenyu





