jpnn.com, JAKARTA - Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI Dr. Dedi Iskandar Batubara menyoroti persoalan blackout atau mata lampu Listrik secara merata di sejumlah wilayah di Sumatra pada Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Senator Dedi, PLN harus memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada masyarakat terdampak dari peristiwa ini.
BACA JUGA: Listrik Sumatra Sempat Blackout, Bareskrim Lakukan Penyelidikan
Sebab, masyarakat sesungguhnya sebagai pelanggan sudah memenuhi segala kewajibannya untuk membayar listrik atau membeli pulsa listrik.
“PLN tidak cukup hanya menyampaikan permohonan maaf tanpa memberikan kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang dialami masyarakat,” ujar Senator Dedi Iskandar pada Minggu (24/5/2026).
BACA JUGA: PLN S2JB Siapkan Kompensasi untuk 2,1 Juta Pelanggan Terdampak Blackout
Lebih lanjut, Senator dari Sumatera Utara ini meyakini masyarakat menanggung kerugian yang cukup besar akibat peristiwa ini.
“Saya yakin nilai kerugian yang ditanggung oleh masyarakat cukup besar. Itu menurut saya, PLN harus memikirkan untuk memberikan kompensasi,” ujar Senator Dedi yang juga Ketua SC Muktamar Al Washliyah XXIII yang akan berlangsung pada 7-10 Juli 2026 di Jakarta.
BACA JUGA: Senator Dedi Iskandar Batubara Berharap Banjir dan Longsor di Sumatra Berstatus Bencana Nasional
Bertanggung Jawab
Senator Dedi Iskandar mengatakan Direktur Utama PLN harus bertanggung jawab atas peristiwa blackout di Sumatra.
“Salah satu bentuk tanggung jawab, menurut saya adalah Dirut harus mundur,” ujar Senator Dedi.
Menurut Senator, Dirut PLN seharusnya merasa gagal untuk menjalankan BUMN yang punya otoritas tunggal menyediakan atau menyalurkan listrik kepada warga masyarakat.
Dedi mengatakan blackout di Sumatara seyogyanya tidak boleh terjadi.
Sebab, kata dia, PLN pasti telah melakukan perawatan terhadap segala hal yang dibutuhkan untuk mempertahankan suplai listrik tanpa kendala di seluruh wilayah utamanya di wilayah Sumatra.
“(kajadian blackout) Ini artinya manajemen tata kelola kelistrikan di PLN, ada masalah,” ujar Dedi Iskandar.
Menurut Dedi, kalau kerusakan atau gangguan pada jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi seperti disampaikan petinggi PLN, seharusnya diantisipasi.
Sebab setelah penggunaan sekian lama atau perawatan rutin juga dilakukan sehingga seharusnya dapat diantisipasi.
“Kejadian terputusnya pasokan listrik di wilayah Sumatra terutama di Sumut, bahkan ada satu hari satu malam di daerahnya tidak menyala,” ujarnya.
Evaluasi Menyeluruh
Senator Dedi mengingatkan perlu melakukan evaluasi secara keseluruhan jaringan kelistrikan nasional.
“Kalau hari ini terjadi di Sumatra, bukan tidak mungkin blackout juga dapat terjadi di Kalimantan, Papua, Sulawesi, bahkan di Jawa,” ujar Senator Dedi.
Lebih lanjut, Senator Dedi mendorong perusahaan-perusahaanBUMN yang fokus kepada pelayanan publik harus terus melakukan evaluasi.
“Kalau tidak, ini bisa terjadi lagi peristiwa yang sama di perusahaan-perusahaan publik lainnya,” ujar Senator Dedi.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




