JAKARTA, KOMPAS.com - Jurnalis Republika Thoudy Badai menceritakan pengalamannya saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang berujung intersepsi oleh militer Israel.
Thoudy mengaku berangkat dalam kapasitas sebagai jurnalis untuk mendokumentasikan perjalanan dan situasi selama pelayaran.
Thoudy mengatakan, tugas utamanya dalam misi tersebut adalah meliput dan mengambil gambar, terutama ketika situasi darurat terjadi.
Karena itu, saat kapal diintersepsi, ia berupaya memastikan seluruh kejadian dapat terdokumentasi.
Baca juga: Begini Proses Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel, Ada Peran Turkiye
“Dalam misi ini saya berangkat sebagai seorang jurnalis, tugas saya meliput dan mengambil gambar. Jadi, pada saat proses pelayaran, fokus utama saya ketika terjadi intersep itu memastikan semuanya bisa terekam dengan jelas,” kata Thoudy, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).
Namun, upaya dokumentasi itu terkendala setelah jaringan komunikasi disebut diputus sehingga materi yang direkam tidak dapat dikirim.
Setelah itu, Thoudy bersama delegasi Indonesia lainnya ikut ditahan.
“Sayangnya saat mengambil gambar, jaringan kami diputus, di-jammer semua, sehingga itu tidak bisa terkirim. Dan akhirnya saya diintersep bersama teman-teman delegasi Indonesia lainnya,” ujar dia.
Selama sekitar empat hari penahanan, Thoudy mengaku mengalami perlakuan yang berat.
Meski demikian, pengalaman itu justru membuatnya membayangkan penderitaan warga Palestina yang menurut dia menghadapi kondisi lebih buruk tanpa kepastian kebebasan.
Baca juga: Menangis, Herman Budiyanto Sebut Penderitaannya Tak Seberapa Dibanding Rakyat Palestina
“Selama di tahanan kurang lebih empat harian, tentunya apa yang kami alami di sana memang keji. Tapi, saya tidak pernah membayangkan apa yang dirasakan rakyat Palestina di penjara tanpa kepastian untuk bebas dan tentunya mendapatkan perlakuan yang lebih keji,” kata dia.
Thoudy menegaskan, perhatian publik seharusnya tetap tertuju pada perjuangan rakyat Palestina, bukan semata pengalaman para aktivis maupun delegasi yang baru kembali.
“Ini bukan tentang saya, bukan tentang teman-teman yang lain, tapi ini semua tentang Palestina. Jadi, tetap suarakan terus Palestina, tetap terus dukung Palestina sampai Palestina merdeka,” ucap Thoudy.
Baca juga: Golkar Minta Pemerintah Selidiki Dugaan Kekerasan Israel terhadap 9 WNI
Usai tiba di Indonesia, Thoudy mengatakan, ingin beristirahat dan bertemu keluarga sebelum kembali menjalankan tugasnya di dunia jurnalistik.
“Tentunya saya mau istirahat, bertemu keluarga, pulang ke rumah, sampai nanti akan kembali bertugas lagi sebagai seorang jurnalis,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




