JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) menceritakan kronologi dugaan penipuan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service yang menimpa mereka.
Feny mengaku awalnya mengetahui tentang Marwah Catering Service dari Instagram.
"Setelah itu saya tanyakan price list-nya. Di situ ada beberapa paket. Saya melakukan pembayaran DP (down payment atau pembayaran awal) dulu. Setelah DP, saya test food. Datang langsung ke acara Marwah," kata Feny di Mapolres Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Pengantin di Bekasi Ditipu WO hingga Tamu Cuma Disuguhi Air Mineral, Polisi Minta Korban Lapor
Ia mengaku tidak curiga saat melakukan tes makanan karena melihat banyak staf WO di lokasi.
Selain itu, ia juga melihat sejumlah fasilitas seperti gubukan, makeup artist (MUA), MC, hingga dekorasi dan model pelaminan.
"Setelah pulang dari situ saya dihubungi admin Marwah untuk menanyakan info lainnya. Lalu ada fitting di JGC, kantornya. Saya fitting dua kali. Setelah fitting, lanjut pembayaran bertahap sampai lunas," kata Feny.
Feny mengaku telah melunasi seluruh pembayaran paket WO pada awal April.
Baca juga: Pengantin Laporkan WO Marwah ke Polisi, Sudah Bayar Rp 85 Juta tapi Resepsi Hancur
Selanjutnya, ia kembali melakukan pembayaran tambahan jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026.
Total yang ia bayarkan mencapai Rp 85 juta.
Feny juga sempat mengikuti technical meeting secara daring bersama tim WO.
Namun, pertemuan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit meski masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Baca juga: Resepsinya Hancur, Pengantin Sempat Tak Curiga ke WO Marwah: Ada Test Food dan Fitting Baju
"Menurut saya technical meeting-nya masih belum jelas karena tidak detail. Yang saya dapat cuma catering-nya berapa pax, gubukan berapa pax per item, pax-nya di sesi ke berapa. Sangat tidak detail," ujarnya.
"Saya selalu tanya pengarahannya, saya masuk dari arah mana. Setiap saya tanya selalu dijawab 'nanti ya dihubungi setelah H-1'. Normalnya TM itu langsung datang ke venue, lihat venue, diarahkan. Dari situ saya curiga," tuturnya lagi.
Namun ternyata WO tersebut tidak menjalankan kewajibannya.
Baca juga: Penyelesaian Kasus WO Kamuya, Pemilik Jaminkan Sertifikat Rumah untuk Kembalikan Uang Korban Rp 700 Juta
Feny tidak mendapatkan paket resepsi pernikahan sebagaimana mestinya, seperti gedung, dekorasi, hingga makanan.





