Bisnis.com, JAKARTA — Antrean kendaraan penumpang diperkirakan kembali terjadi di sejumlah pelabuhan penyeberangan menjelang libur panjang Iduladha 2026.
Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo mengatakan aktivitas penyeberangan pada periode Lebaran Haji memang tidak setinggi Idulfitri maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun demikian, minat masyarakat untuk pulang kampung maupun berwisata menggunakan moda penyeberangan diperkirakan tetap meningkat. Pasalnya, libur Iduladha tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila.
“Memang secara umum ini [peningkatan] terjadi di semua lintasan penyeberangan di Indonesia, perkiraannya antara 10%–20%,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (23/5/2026).
Khoiri menjelaskan kenaikan tersebut tidak setinggi lonjakan penumpang angkutan penyeberangan pada Idulfitri 2026 yang mencapai lebih dari 100% secara bulanan atau month to month (MtM).
Dia memperkirakan lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk kembali menjadi jalur tersibuk selama periode libur panjang.
Baca Juga
- Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Surplus 891.000 Ekor, Kambing-Domba Melimpah
- Pengusaha Logistik Keluhkan Antrean Solar Subsidi di Luar Jawa
- KAI Dorong Akselerasi Pembangunan Flyover & Underpass di 40 Titik Rawan
Untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya di lintasan Ketapang–Gilimanuk, Gapasdap telah berkoordinasi dengan PT ASDP Ferry Indonesia, Kepolisian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Pada periode Idulfitri lalu, antrean kendaraan di lintasan Jawa–Bali bahkan sempat mencapai 45 kilometer.
Saat itu, antrean dipicu masyarakat yang mengejar waktu penyeberangan sebelum lintasan ditutup selama dua hari pada Hari Raya Nyepi. Di sisi lain, tingginya permintaan tidak diimbangi kapasitas dermaga yang terbatas.
Khoiri memperkirakan antrean masih akan terjadi pada periode Iduladha mendatang, meski tidak separah Idulfitri.
Menurut dia, kepadatan di pelabuhan tidak semata dipicu lonjakan penumpang. Pada libur panjang pekan lalu, misalnya, antrean juga dipicu insiden kapal kandas yang menghambat arus penyeberangan.
Beberapa hari setelahnya, sejumlah kapal penyeberangan juga mengalami kesulitan bersandar akibat air laut surut di kedua sisi Dermaga LCM Ketapang dan Gilimanuk.
Kondisi tersebut mengganggu proses bongkar muat kendaraan di lintasan Jawa–Bali. Pada saat bersamaan, volume kendaraan angkutan barang juga dilaporkan meningkat signifikan.
Lonjakan truk logistik yang hendak menyeberang menyebabkan antrean kendaraan mencapai sekitar 5 kilometer di kawasan pelabuhan.
Berulangnya antrean panjang di pelabuhan kembali menjadi tantangan bagi sistem penyeberangan nasional di tengah tren kenaikan jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Juni 2025 atau periode Iduladha mencapai 4,8 juta orang, naik 25,35% secara bulanan.





