Moskow (ANTARA) - Rusia mendesak Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) secara terbuka menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dan Kota Energodar.
"Kami jelas akan terus mendesak pimpinan IAEA untuk mengungkapkan semua ini secara publik. Sangat penting bagi Sekretariat untuk menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap ZNPP dan Energodar," kata Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap badan itu kepada RIA Novosti, Minggu (24/5).
Ulyanov menilai pernyataan umum Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengenai ancaman keselamatan nuklir di sekitar PLTN Zaporizhzhia belum cukup untuk menjamin keamanan fasilitas tersebut.
Menurut dia, pimpinan IAEA seharusnya secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu, terutama karena Ukraina disebut tidak lagi menyembunyikan dampak dari tindakannya.
Diplomat Rusia itu juga menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak pernah menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir baik di wilayah yang dikuasai Kiev maupun kawasan tempat tinggal para pekerja dan keluarga mereka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: IAEA minta Rusia dan Ukraina sepakati gencatan senjata di ZNPP
Baca juga: Kepala IAEA sebut PLTN dan area sekitarnya tidak boleh diserang
Baca juga: AS ingin China dan Rusia jadi bagian perjanjian nuklir baru
"Kami jelas akan terus mendesak pimpinan IAEA untuk mengungkapkan semua ini secara publik. Sangat penting bagi Sekretariat untuk menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap ZNPP dan Energodar," kata Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap badan itu kepada RIA Novosti, Minggu (24/5).
Ulyanov menilai pernyataan umum Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengenai ancaman keselamatan nuklir di sekitar PLTN Zaporizhzhia belum cukup untuk menjamin keamanan fasilitas tersebut.
Menurut dia, pimpinan IAEA seharusnya secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu, terutama karena Ukraina disebut tidak lagi menyembunyikan dampak dari tindakannya.
Diplomat Rusia itu juga menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak pernah menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir baik di wilayah yang dikuasai Kiev maupun kawasan tempat tinggal para pekerja dan keluarga mereka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: IAEA minta Rusia dan Ukraina sepakati gencatan senjata di ZNPP
Baca juga: Kepala IAEA sebut PLTN dan area sekitarnya tidak boleh diserang
Baca juga: AS ingin China dan Rusia jadi bagian perjanjian nuklir baru





