Isi Kesepakatan Awal AS-Iran Mulai Terungkap, dari Selat Hormuz hingga Uranium

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Washington: Iran dan Amerika Serikat (AS) memberi sinyal semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata yang mengakhiri konflik beberapa pekan terakhir menjadi penyelesaian yang lebih permanen.

Kedua pihak disebut tengah membahas sebuah “Memorandum of Understanding” atau nota kesepahaman (MoU) yang akan menjadi peta jalan penyelesaian seluruh isu yang masih tertunda.

Meski demikian, kesepakatan final diperkirakan belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Fokus utama pendekatan tersebut adalah menghentikan konflik yang dinilai menguntungkan kedua pihak, di tengah tekanan politik yang dihadapi Presiden AS Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu serta krisis ekonomi yang melanda Iran.

Sejumlah versi terbaru memorandum itu disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dan penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan negosiasi mengenai isu-isu utama lain, termasuk program nuklir Iran.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan bahwa kerangka kesepakatan tersebut memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk mencapai poin-poin final.

Menurut pejabat tersebut, kesepakatan itu bertujuan memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir dan harus menyerahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi miliknya.

Namun media Iran melaporkan masih terdapat perbedaan terkait satu atau dua klausul dalam memorandum tersebut. Trump sendiri mengatakan AS tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.

Mengutip CNN, Senin, 25 Mei 2026, berikut sejumlah poin utama dalam nota kesepahaman penyelesaian damai antara AS dan Iran: Rencana Pembukaan Selat Hormuz Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali melalui memorandum tersebut. Namun sejumlah media Iran yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut selat itu tetap berada di bawah pengawasan Iran.

Iran disebut akan mengizinkan aktivitas pelayaran kembali ke tingkat sebelum perang dalam periode 30 hari. Teheran juga menuntut blokade AS terhadap pelabuhan Iran dicabut secara bersamaan.

Meski demikian, Trump menegaskan blokade akan tetap berlaku penuh sampai kesepakatan final ditandatangani. Media Iran menegaskan pembukaan jalur pelayaran tidak berarti Iran melepaskan klaim strategisnya atas Selat Hormuz.

Sumber Iran mengatakan kepada CNN bahwa jalur tersebut sebenarnya sudah terbuka, namun kapal-kapal harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan pelayaran.

Iran sebelumnya juga menyatakan memiliki hak untuk mengenakan biaya terhadap kapal komersial yang melintas di selat tersebut. Uranium dan Program Nuklir Kesepakatan potensial itu juga mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran disebut akan memasuki negosiasi mengenai penyerahan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan pengayaan baru.

Namun pejabat Iran menegaskan pembicaraan mengenai uranium baru bisa dilakukan setelah memorandum penghentian perang disepakati.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan isu nuklir belum dibahas pada tahap saat ini. Media semi-resmi Fars juga menyebut Iran belum memberikan komitmen apa pun terkait penyerahan stok nuklir, penutupan fasilitas, maupun larangan membangun bom nuklir.

Trump sebelumnya berulang kali menegaskan Iran harus menyerahkan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Sebagian besar uranium tersebut diyakini terkubur setelah serangan AS tahun lalu. Aset Iran yang Dibekukan Iran menuntut pencairan segera miliaran dolar asetnya yang dibekukan di luar negeri. Baghaei mengatakan status pencairan aset harus diperjelas sejak awal proses negosiasi.

Media Tasnim melaporkan tidak akan ada kesepakatan tanpa pelepasan sebagian aset Iran pada tahap awal serta mekanisme yang menjamin pencairan lanjutan.

Namun pejabat senior AS mengatakan pencairan aset baru akan dilakukan setelah Selat Hormuz kembali dibuka. AS sendiri belum memberikan komitmen terkait mekanisme pengembalian aset Iran yang tersimpan di sejumlah bank asing. Sanksi dan Rudal Balistik Ekonomi Iran saat ini juga tertekan oleh berbagai sanksi internasional, terutama dari AS dan Eropa.

Baghaei mengatakan pencabutan sanksi tidak akan dibahas dalam jangka pendek, meski tuntutan penghapusan seluruh sanksi tercantum secara jelas dalam teks memorandum.

Iran memperkirakan pencabutan sanksi penjualan minyak saja dapat menghasilkan hampir USD10 miliar dalam 60 hari. Seperti halnya aset Iran, pencabutan sanksi disebut baru akan dilakukan setelah Selat Hormuz kembali berfungsi normal.

Sementara itu, isu rudal balistik Iran belakangan tidak lagi terlalu banyak dibahas dalam negosiasi.

Padahal sebelumnya pejabat AS menuntut penghancuran rudal balistik jarak jauh Iran karena dianggap ancaman serius bagi Israel dan negara-negara Teluk. Lebanon Masih Jadi Tanda Tanya Belum jelas bagaimana konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon akan dimasukkan ke dalam kesepakatan tersebut. Tasnim melaporkan memorandum itu memuat frasa penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon.

Namun Trump disebut tetap mendukung kebebasan Israel melakukan tindakan terhadap ancaman di semua front, termasuk Lebanon.

Seorang pejabat Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menegaskan kepada Trump bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di seluruh kawasan.

Meski begitu, sumber Iran mengatakan Teheran siap mencapai “kesepakatan yang adil dan seimbang.”

“Hal paling penting bagi kami adalah perang harus benar-benar berakhir di seluruh Timur Tengah,” ujar sumber tersebut.

Baca juga:  Trump Minta Negosiator AS Tak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi pastikan dugaan prostitusi anak libatkan WNA di Jakbar adalah hoaks
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Hercules Jelaskan Perselisihannya dengan Ahmad Bahar, Bantah Intimidasi hingga Paksa Buka Jilbab
• 16 jam laluokezone.com
thumb
WNA Jepang Mengaku Ditawari Prostitusi Anak di Jakbar, Fakta Hasil Penyelidikan Polisi Mengejutkan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Cerita Kennard Rae Siswa Berprestasi Penerima Beasiswa dari 6 Kampus Top Dunia
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus DBD tinggi, Dinkes Riau keluarkan SE tingkatkan waspada Dengue
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.