Kasus DBD tinggi, Dinkes Riau keluarkan SE tingkatkan waspada Dengue

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada Dinkes kabupaten/kota di provinsi itu untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan pada tahun 2025 ada 4.618 kasus DBD terkonfirmasi dengan 35 kematian di provinsi itu. Sedangkan berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Tahun 2026 sampai dengan pekan ke-17 total kasus suspek Dengue sebanyak 2.321 kasus.

"Data dari program, DBD sampai April total kasus sebanyak 1.682 kasus, yang tersebar di 12 kabupaten/kota dengan 12 diantaranya meninggal dunia,” kata Zulkifli di Pekanbaru, Senin.

Baca juga: Hadapi lonjakan dengue, Indonesia dorong penguatan kerja sama ASEAN

Karena itu pihaknya meminta kepada kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Riau untuk melaksanakan langkah-langkah antisipatif, mulai dari penyuluhan kepada masyarakat secara terus-menerus, pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus sepanjang tahun di desa/kelurahan endemis DBD dan Chikungunya, baik secara individu, masyarakat.

Kemudian meningkatkan deteksi dini DBD yakni dengan melakukan pemantauan ketat untuk memastikan ketersediaan RDT (Rapid Diagnostic Test) Dengue di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah endemis DBD.

Baca juga: Dinkes Riau catat 17 orang meninggal dunia akibat DBD sejak awal 2025

Dia menambahkan jika ada pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan demam tinggi (≥38°C) dan lebih dari dua hari, maka dilakukan pemeriksaan RDT dengue (termasuk DBD Combo).

Lalu dilakukan pemeriksaan hematokrit, Hb, leukosit, dan trombosit. Apabila disertai nyeri persendian hebat (severe atharlgia) dan atau ruam (rash) ditambahkan pemeriksaan RDT Chikungunya,.

“Setiap petugas kesehatan wajib memeriksa untuk mengidentifikasi tanda bahaya DBD yang biasanya terjadi pada demam hari ketiga sampai ketujuh, saat terjadi penurunan suhu tubuh di bawah 38 derajat Celsius,” paparnya.

Baca juga: DBD bisa memburuk cepat, imunisasi direkomendasikan usia 4-18 tahun


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK: Kebutuhan Pembiayaan RI Capai Rp 8.600 Triliun pada 2027
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Heboh Dugaan Kasus “Mandek” di Polsek Wajo, Faktanya Laporan Sudah Dicabut Sejak 2021
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Timnas Indonesia Perkenalkan Kit Manager, Tugasnya di Belakang Layar Ternyata Sangat Detail dan Harus Akurat
• 10 jam lalubola.com
thumb
Kopdes Merah Putih Sedang Ramai Diburu Warga, Ada Apa?
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dokter ingatkan aktivitas fisik cegah masalah kesehatan saat Idul Adha
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.