Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Saat Ini Masih Lebih Baik Dibanding Era 2004-2014

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dia menegaskan bahwa kualitas ketahanan ekonomi nasional saat ini jauh lebih solid dan sehat dibandingkan dengan satu hingga dua dekade sebelumnya.

Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Saat Ini Masih Lebih Baik Dibanding Era 2004-2014. Foto: iNews Media Group..

IDXChannel – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) secara utuh berdasarkan konteks historis. 

Dia menegaskan bahwa kualitas ketahanan ekonomi nasional saat ini jauh lebih solid dan sehat dibandingkan dengan satu hingga dua dekade sebelumnya, meskipun mata uang domestik tengah dibayangi tekanan eksternal.

Baca Juga:
Airlangga Klaim Asosiasi Pengusaha Respons Positif Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI

Airlangga membandingkan data depresiasi mata uang Garuda serta laju inflasi dari beberapa periode pemerintahan terakhir guna meluruskan persepsi publik.

“Tadi Pak Misbakhun mengomentari 98, saya dukung. Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40 persen dalam 10 tahun. Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005, 17 persen karena harga minyak naik ke USD140 per barrel,” ujar Airlangga dalam acara KNPED OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026). 

Baca Juga:
Airlangga Pastikan Ekspor Komoditas via Danantara Tetap Dimulai 1 Juni 2026, Tidak Ada Penundaan

Airlangga menjabarkan bahwa situasi tersebut berangsur membaik pada periode sepuluh tahun berikutnya. 

Di tengah lanskap ekonomi global yang dinamis, bauran kebijakan moneter dan fiskal terbukti mampu memitigasi kejatuhan nilai tukar secara lebih terukur.

Baca Juga:
Airlangga Sebut Kebijakan Fiskal 2027 Dirancang untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Ini Rinciannya

“Sedangkan di periode 2014-2024 itu rupiah depresiasinya 30,6 persen dan inflasinya 3 persen. Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 dan depresiasi rupiah 5 persen. Jadi konteksnya saya sepakat sama Pak Misbakun harus dilihat secara konteks,” kata Airlangga. 

Sejalan dengan penjelasan Airlangga, sebelumnya Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun turut memberikan catatan krusial untuk meluruskan kesalahpahaman di masyarakat. Publik diimbau tidak menyamakan posisi rupiah yang saat ini bertengger di kisaran Rp17.600 per USD dengan memori kelam krisis finansial Asia di 1998.

Misbakhun memaparkan runtutan fakta matematis di balik volatilitas kurs guna meredam kecemasan psikologis di akar rumput yang seolah-olah mengisyaratkan Indonesia sedang dihantui krisis besar

“Rupiah kita benar berada di level 17.600 dan orang selalu membandingkan dengan krisis 98. Rupiah memang 98 itu pernah mencapai melewati 17.000, bahkan mendekat 19.000. Tetapi rupiah saat itu berada di level tersebut berangkat dari angka 2.000-an,” kata Misbakhun.

Menurut dia, lonjakan kurs pada 1998 merosot hingga ratusan persen secara seketika akibat runtuhnya sistem keuangan. Kondisi tersebut sangat kontras dengan pergerakan nilai tukar saat ini yang bergeser secara perlahan dan tetap berada dalam pemantauan ketat otoritas bank sentral.

Dulu Rp2.500, Rp2.400 ke Rp17.000 itu kan ratusan persen. Nah ini yang harus dipahamkan oleh kita semua kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat memahami oh rupiah ini, rupiah ini dan kemudian psikologis mereka seakan-akan ada krisis yang menghentui kita,” kata Misbakhun.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahabat Bongkar Rencana Honeymoon Anji Manji dan Desy, Sudah Siapkan Resort Mewah
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Salah Kaprah Menggugat "Pesta Babi" dan Etika Republik
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Formula 1: Kimi Antonelli juara GP Kanada 2026, Russell gagal finis
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Hiu Gangga yang Nyaris Punah Kembali Ditemukan di Sungai Sesayap Kalimantan Utara
• 7 jam lalupantau.com
thumb
AS Ingin MRO Hercules di Indonesia, Gubernur Lemhannas: Ini Bagian Investasi
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.