IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Diprediksi Bergerak Variatif di 6.000–6.250

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan bergerak di zona hijau dan diperkirakan masih akan mengalami pola pergerakan variatif seiring dominasi sentimen global dan domestik yang saling berlawanan.

Pada pembukaan perdagangan Senin (25/5/2026), IHSG tercatat menguat 25,60 poin atau 0,42 persen ke level 6.187,65.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 3,05 poin atau 0,49 persen ke posisi 623,49.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas menyampaikan, secara teknikal IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan mixed pada kisaran 6.000 hingga 6.250 sepanjang pekan ini.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed (variatif) pada kisaran 6.000–6.250 di pekan ini,” ujar Ratna dilansir dari Antara.

Dari sisi domestik, pelaku pasar diperkirakan bersikap lebih hati-hati menjelang rebalancing indeks MSCI pada akhir Mei, yang kerap menjadi momentum penyesuaian portofolio investor global.

Selain itu, ketidakpastian terkait implementasi sejumlah kebijakan ekonomi baru pemerintah juga masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.

Di sisi global, perhatian investor tertuju pada dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat setelah Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Chairman The Federal Reserve (The Fed), menggantikan Jerome Powell.

Pergantian kepemimpinan bank sentral AS tersebut dipandang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga ke depan.

Sentimen geopolitik juga masih membayangi pasar, terutama terkait isu Selat Hormuz. Donald Trump Presiden AS sebelumnya menyebut adanya kesepakatan yang tengah disusun untuk membuka kembali jalur strategis tersebut, meski klaim itu dibantah oleh pihak Iran.

Media pemerintah Iran bahkan melaporkan bahwa aktivitas pelayaran tetap berlangsung di bawah pengawasan otoritas setempat.

Perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran ini turut menjadi perhatian investor global karena berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, yang pada akhirnya berdampak pada inflasi dan arah pasar keuangan.

Selain itu, pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat pekan ini, termasuk PCE Price Index, Durable Goods Orders, serta estimasi kedua pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026.

Dari benua Eropa, bursa saham ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5). Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,99 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen, DAX Jerman melonjak 1,15 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,37 persen.

Sementara itu, Wall Street juga mencatat penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen, S&P 500 menguat 0,37 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,42 persen.

Di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini, bursa saham juga bergerak positif. Indeks Nikkei Jepang melonjak 2,84 persen ke 65.135,50, Shanghai Composite naik 0,62 persen ke 4.138,25, Hang Seng menguat 0,86 persen ke 25.606,03, dan Straits Times Singapura bertambah 0,63 persen ke 5.099,89. (ant/mar/saf/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga Ungkap Dugaan Selisih Data Ekspor RI dengan AS dan China Capai Puluhan Miliar Dolar
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dari PLTS hingga SMR, Mana Teknologi EBT yang Paling Pas untuk RI?
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26 usai Cetak 27 Gol
• 10 jam lalupantau.com
thumb
BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pria Paruh Baya Tusuk Mantan Istri di Acara Pernikahan Anak, Polisi: Didorong Sakit Hati
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.