FTSE Hapus Saham DSSA hingga DAAZ, BEI Sebut Dampaknya Hanya Sementara

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

FTSE Russell bagian dari LSEG Group menghapus empat saham Indonesia dari Global Equity Index Series (GEIS) dalam review Juni 2026.

FTSE Russell bagian dari LSEG Group menghapus empat saham Indonesia dari indeks dalam review Juni 2026. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - FTSE Russell bagian dari LSEG Group menghapus empat saham Indonesia dari Global Equity Index Series (GEIS) dalam review Juni 2026. Langkah itu dilakukan dengan berbagai alasan mulai dari isu konsentrasi kepemilikan yang tinggi oleh pemegang saham tertentu (High Shareholding Concentration atau HSC) hingga kepatuhan regulasi.

Keempat saham yang dihapus tersebut yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Baca Juga:
Saham DSSA Turun Lagi, Merah 7 Hari Beruntun Efek FTSE dan MSCI

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menilai, penghapusan saham DSSA hingga DAAZ oleh FTSE Russel merupakan konsekuensi jangka pendek atas agenda reformasi integritas pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) Bursa.

"Sudah disampaikan (oleh FTSE) dan kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta,, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:
FTSE Russell Coret Saham DSSA hingga DAAZ dari Indeks

Jeffrey mengakui bahwa pengumuman tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya, sebagian dana asing bakal keluar dari pasar modal Indonesia, terutama passive fund yang mengikuti FTSE GEIS.

Akan tetapi, dia optimistis dampak tersebut akan bersifat sementara. Dengan reformasi pasar modal yang tengah dijalankan, kata dia, akan membuat pasar saham Indonesia lebih kompetitif dengan bursa-bursa global. Keluarnya dana asing saat ini juga dinilai bentuk penyesuaian portofolio dari para investor karena melihat data yang lebih transparan terkait profil saham-saham Indonesia.

"Untuk jangka pendek mungkin iya (investor asing keluar), tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan panjang untuk pasar modal kita," kata Jeffrey.

Jeffrey mengingatkan, momentum koreksi jangka pendek ini justru bisa dimanfaatkan oleh investor untuk memulai investasi jangka panjang di pasar modal. Pasalnya transparansi yang saat ini dikerjakan oleh OJK dan SRO diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal RI.

"Jadi investor yang hakikatnya berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang, tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif," katanya.

Saham-saham yang dihapus FTSE langsung menghadapi tekanan jual pada perdagangan Senin (25/5/2026). Saham DSSA turun 10 persen ke Rp488, sedangkan saham DAAZ melemah hingga 14 persen ke level Rp1.460.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua perampok bersenjata gasak Rp20 juta dari minimarket di Duren Sawit
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Dugaan Blackout Sumatera Karena Sabotase? Ini Kata Bareskrim Polri
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Tawuran Warga di Klender Jakarta Timur Picu Kemacetan Panjang hingga 2 Kilometer
• 4 jam lalupantau.com
thumb
DK3P Jatim Dorong Transformasi Budaya K3 dan Antisipasi Pidana Korporasi
• 22 jam laluberitajatim.com
thumb
Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Wilayah Perairan pada 25-28 Mei 2026
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.