Pantau - Tawuran antarwarga kembali pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin pagi, yang menyebabkan kemacetan panjang lebih dari dua kilometer dari arah Bekasi menuju Cipinang.
Bentrokan Lumpuhkan Arus Lalu LintasTawuran melibatkan warga Kebon Singkong, Klender, dengan warga Cipinang Jagal, Pulogadung, yang saling serang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan.
Akibat bentrokan tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti dan menunggu situasi aman sebelum melintas.
Sejumlah pengendara bahkan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi tawuran.
“Terganggu, ganggu banget, mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula, malah macet panjang begini karena ada tawuran,” ungkap pengendara motor Alwan di lokasi kejadian, Senin.
Menurut Alwan, aksi tawuran tidak hanya membahayakan keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat aktivitas warga yang hendak bekerja.
“Aksi yang tidak bermanfaat seperti ini yang seharusnya bisa langsung ditindak tegas biar gak terulang,” ujarnya.
Aparat Bubarkan Tawuran dengan Gas Air MataPengendara lain, Rio, mengatakan tawuran di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai memang tidak terjadi setiap hari, namun cukup sering sehingga membuat masyarakat resah.
“Iya, tidak setiap hari tawurannya. Maksudnya, jarang-jarang, cuma kan kayak gini kan macet, kan rugi tetap buat masyarakat atau pengguna jalan,” kata Rio.
Rio berharap aparat keamanan mengambil tindakan tegas agar tawuran tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.
Petugas gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja turun ke lokasi untuk membubarkan bentrokan.
Setelah berlangsung lebih dari satu jam, aparat berhasil mengendalikan situasi menggunakan gas air mata untuk memukul mundur kedua kelompok warga.
Warga sekitar mengaku resah karena tawuran disebut kerap terjadi pada pagi hari meski di lokasi telah didirikan posko gabungan dan dijaga aparat keamanan.
Masyarakat meminta pengawasan lebih ketat pada jam-jam rawan guna mencegah bentrokan serupa kembali terulang.




