Pemprov Jatim Berupaya Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Murah Menjelang Momen Iduladha

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya mengendalikan tingkat inflasi melalui gerakan pasar murah yang baru saja digelar di Kota Kediri menjelang peringatan Iduladha 2026.

Pasar murah yang menjadi titik ke-69 itu disambut antusias oleh warga Kota Kediri demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menilai, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan pasar murah masih dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, menjelang hari besar keagamaan.

“Menjelang Iduladha, kita ingin masyarakat tenang karena stok bahan pokok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, komoditas yang dijual dalam program tersebut berada di bawah HET, seperti beras premium dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram.

Kemudian, minyak goreng Minyakita dijual Rp13.000 per liter, sedangkan gula pasir Rp14.000 per kilogram (kg). Telur ayam ras tersedia Rp22.000 per pack dan daging ayam ras Rp30.000 per pack.

Komoditas lain yang turut disediakan yakni tepung terigu Rp10.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

Gubernur Jatim menyebut, pasar murah menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga inflasi karena menjual komoditas dengan harga subsidi.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Pasar murah ini juga kita tempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu pasar yang sudah ada,” katanya.

Menurut Khofifah, penyelenggaraan pasar murah dilakukan secara berkelanjutan dan sejalan program serupa dari pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.

“Tujuannya satu, yakni mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Di sisi lain, Khofifah memastikan Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah daerah, dan pelaku distribusi pangan guna menjaga kelancaran rantai pasok di seluruh wilayah.

“Yang paling penting, kebutuhan pokok harus mudah diakses masyarakat dan daya beli tetap terjaga,” katanya.

Dia menegaskan, ketersediaan bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman. Namun, daya beli masyarakat perlu dijaga melalui berbagai program afirmatif seperti pasar murah.

“Yang kami jaga adalah keterjangkauan harganya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” tandasnya.(wld/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panggil Seller dan Platform, Kemendag Kebut Revisi Aturan E-Commerce
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Puncak Bogor Hujan Deras, Bendung Katulampa Siaga 3
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pantas Warga RI Senang Berobat ke Malaysia-SG, Bukan Cuma Murah
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Appi-Aliyah Salat Iduladha Bersama Warga di Karebosi, Kurban Presiden Disembelih di Masjid At-Taqwa
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Peralatan Dapur Premium dan Ori Makin Diburu Konsumen Jelang Iduladha
• 14 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.