JAKARTA, DISWAY.ID - Hari Tasyrik diketahui menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian ibadah haji serta perayaan Idul Adha 2026/1447 Hijriah.
Usai puncak haji berupa wukuf di Arafah, maka umat Islam akan memasuki Hari Raya Idul Adha dan dilanjutkan dengan hari Tasyrik.
Banyak pertanyaan mengenai, hari Tasyrik ini jatuh tanggal berapa?
Sebab, hari tersebut mempunyai makna tersendiri dalam ajaran Islam dan memiliki kaitan dengan pelaksanaan lontar jumrah bagi jemaah haji di Mina.
Melansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), hari Tasyrik ini adalah tiga hari setelah perayaan Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
BACA JUGA:Jadwal Salat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta Lengkap Rutenya
Di hari tersebut, umat Islam masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban untuk yang belum melaksanakannya di tanggal 10 Zulhijah.
Tasyrik berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berhubungan dengan aktivitas menjemur atau mengeringkan daging di bawah sinar matahari.
Di zaman dahulu, daging kurban diawetkan dengan cara dijemur supaya bisa bertahan lebih lama.
Hari Tasyrik ini juga kerap dikenal sebagai hari makan, minum dan berdzikir kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam dilarang menjalankan puasa di hari Tasyrik.
BACA JUGA:5 Larangan untuk Orang yang Berkurban Idul Adha 2026, Jangan Diabaikan!
Ketentuan ini merujuk pada hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan jika hari tersebut adalah hari untuk makan dan minum.
Untuk jemaah haji, hari Tasyrik ini adalah bagian dari rangkaian ibadah di Mina.
Dalam periode tersebut, jemaah melaksanakan lontar jumrah sebagai salah satu ritual wajib haji usai wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Jadwal Hari Tasyrik 2026- 1
- 2
- »





