Emiten teknologi PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) memnggenggam dua proyek besar sekaligus, yaitu konser Westlife di Jakarta dan lisensi platform OTT untuk Piala Dunia 2026. Dengan kedua proyek tersebut, prospek saham IRSX menjadi menarik bagi pemegang sahamnya.
IRSX melalui anak usahanya yaitu FolagoPro menjadi penyelenggaran konser Boyband asal Irlandia Westlife di Jakarta. IRSX mencatat seluruh tiket konser yang bertajuk Westlife 25: The Anniversary World Tour Live in Jakarta itu habis terjual pada hari pertama penjualan. Konser grup yang tenar dengan lagu berjudul My Love itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 23 Januari 2027.
Penjualan tiket dimulai pada 23 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dan seluruh tiket ludes dalam waktu kurang dari 10 jam. Direktur Utama IRSX Subioto Jingga mengatakan sekitar 9.200 tiket dibeli oleh pemegang saham Folago melalui skema privilege khusus yang diberikan perseroan.
“Seluruh pemegang saham IRSX memiliki privilege untuk membeli tiket konser yang diselenggarakan Folago tanpa harus ikut war tiket,” ujar Subioto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (25/5).
Subioto mengatakan, sekitar 20% tiket dibeli oleh komunitas Folago Pride, sedangkan sisanya dibeli masyarakat umum. Subioto menyebut perseroan menargetkan dapat menggelar 10 hingga 15 pertunjukan hingga tahun depan, baik di stadion seperti GBK dan Jakarta International Stadium (JIS) maupun venue indoor.
Selain konser, IRSX juga mengembangkan bisnis digital melalui platform over the top (OTT) FolaPlay. Perseroan menggandeng TVRI dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge untuk menayangkan konten terkait Piala Dunia 2026.
Dalam kerja sama itu, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 menunjuk FolaPlay sebgai platform digital stategis untuk distribusi konten dan penayangan iklan berbasis OTT.
Subioto mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga mendorong inklusi digital melalui akses tayangan yang lebih luas.
Surge melalui layanan Internet Rakyat akan mendukung konektivitas internet agar masyarakat dapat menikmati tayangan Piala Dunia dengan biaya lebih terjangkau. Perseroan juga berencana menggelar acara nonton bareng di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pelaku UMKM.
“Di Jawa, Maluku, hingga Papua, kami siap memberikan dukungan gratis untuk kegiatan nobar bersama masyarakat,” kata Subioto.
Teranyar, IRSX juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lebih dari 150 artis dan kreator konten nasional dalam acara Folago All Stars: Empowering the New Creative Economy yang digelar di Main Hall BEI hari ini.
Subioto mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Bersamaan dengan itu, perseroan memperkenalkan teknologi Folago AI Digital Twin yang memungkinkan representasi digital artis dan kreator untuk kebutuhan promosi dan periklanan.
Teknologi tersebut diintegrasikan melalui platform Iklan Rakyat yang ditujukan untuk mempermudah pelaku UMKM mengakses jasa promosi berbasis figur publik dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Semoga ini bisa membawa wajah baru emiten di dunia new creative economy,” ujar Subioto.
Seiring pengumuman proyek besar tersebut, saham IRSX melonjak 18,9% ke level Rp 390 per saham pada perdagangan hari ini. Kenaikan ini terjadi setelah saham IRSX terkoreksi 8,02% dalam sebulan terakhir dan turun 37,6% sejak awal tahun.
Prospek Saham IRSX ke DepanDengan proyek-proyek tersebut, Analis Panin Sekuritas cabang Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan, prospek saham IRSX masih cukup menarik karena sedang banyak sentimen psitif dari event besar seperti piala dunia dan konser Westlife.
“Biasanya market suka saham yang punya exposure ke entertainment dan event internasional karena bisa dorong traffic dan branding perusahaan,” ujar Elandry kepada Katadata, Senin (25/5).
Meski begitu, dia mengatakan investor tetap perlu melihat realisasi kinerjanya juga ya, karena biasanya setelah euforia event selesai pasar mulai balik fokus ke fundamental dan laba perusahaan.
Untuk target harga, selama momentum dan volume masih kuat, dia melihat masih ada peluang ke area Rp 450- 550 untuk jangka pendek menengah. Tapi tetap hati-hati kalau pasar lagi volatil karena saham bertema event biasanya pergerakannya juga cepat.




