Bisnis.com, JAKARTA — India mengatakan akan memperluas kerja sama energi dengan Amerika Serikat guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar usai menggelar pembicaraan bilateral dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di New Delhi, Minggu (24/5/2026) waktu setempat.
“Kami menghabiskan waktu membahas isu energi. Tanggung jawab mendasar pemerintah kami adalah memenuhi kebutuhan 1,4 miliar penduduk India. Karena itu, memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan energi menjadi prioritas utama,” ujar Jaishankar dikutip dari Kantor Berita Anadolu, Senin (25/5/2026)
Dia menambahkan India menyambut baik peningkatan perdagangan energi dengan AS dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, diversifikasi pasokan menjadi inti dari strategi ketahanan energi India.
Hubungan kedua negara strategis tersebut sempat memanas akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap India, terutama terkait pembelian minyak Rusia oleh New Delhi di tengah perang Ukraina.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sehari sebelumnya, Rubio menyebut produk energi AS dan Venezuela dapat membantu mendiversifikasi kebutuhan energi India.
Baca Juga
- Ledakan Tambang Batu Bara di China, Uji Ambisi Xi Jinping soal Ketahanan Energi
- Perjalanan 9 WNI dari Penahanan Militer Israel sampai Tiba di Tanah Air
- Thailand Pangkas Masa Bebas Visa, Turis dari 90+ Negara Hanya Bisa Tinggal 30 Hari
India sebelumnya juga menjadi salah satu importir terbesar minyak Iran. Impor tersebut sempat dihentikan pada 2019 setelah sanksi AS diberlakukan, tetapi kembali dilanjutkan tahun ini setelah Washington memberikan pengecualian di tengah konflik yang berlangsung dengan Teheran.
Jaishankar mengatakan India berharap harga energi global turun karena negara tersebut merupakan importir energi besar dan sebagian besar pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah.
“Kami sangat mendukung perdagangan maritim yang aman dan tanpa hambatan di kawasan,” katanya, merujuk pada ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik Iran.
Sebagian besar negara Asia, termasuk India, masih bergantung pada jalur Selat Hormuz untuk pasokan energi dari Timur Tengah.
Menurut Jaishankar, India menginginkan pasar energi tetap terbuka tanpa adanya pembatasan pasokan. Dia menegaskan India memiliki hubungan dengan seluruh pihak yang terlibat dalam berbagai konflik geopolitik, termasuk Rusia, Eropa, Ukraina, dan AS.
Sementara itu, Rubio mengatakan AS dan India tengah merampungkan perjanjian dagang yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara sekaligus mengakomodasi kepentingan nasional masing-masing.





