Otoritas Iran mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh melakukan serangan bersenjata senjata selama unjuk rasa antipemerintah memuncak pada Januari lalu. Pria yang dieksekusi mati itu disebut oleh otoritas Teheran sebagai "pemimpin bersenjata" saat kerusuhan terjadi di Provinsi Isfahan.
Otoritas kehakiman Iran, seperti dilansir AFP, Senin (25/5/2026), menyebut pria yang bernama Abbas Akbari itu telah dieksekusi mati pada Senin (25/5) pagi.
Eksekusi mati ini merupakan yang terbaru dari serangkaian eksekusi mati yang dilakukan Iran setelah meningkatkan pelaksanaan hukuman gantung dalam kasus-kasus terkait keamanan setelah perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah pada 28 Februari lalu.
"Abbas Akbari... dihukum gantung pagi ini," demikian dilaporkan situs web Mizan Online, yang dikelola otoritas kehakiman Iran.
Laporan Mizan Online menggambarkan Akbari sebagai "salah satu pemimpin bersenjata" selama unjuk rasa berlangsung di Provinsi Isfahan bagian tengah.
Menurut laporan tersebut, Akbari "melepaskan tembakan di jalanan ke arah pasukan keamanan" Iran selama unjuk rasa berlangsung. Disebutkan juga bahwa dia merupakan "salah satu pemimpin bersenjata dari kerusuhan di kota Nain di Provinsi Isfahan" dan kedapatan membawa pistol.
Tidak hanya itu, Akbari juga dituduh menyerang gedung pemerintah, institusi keamanan, dan pusat kesehatan di Nain.
(nvc/ita)





