Oleh: Adinda Kusumo, Jurnalis KompasTV
Setiap tahun, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN jadi momentum para pemimpin negara-negara anggotanya untuk memperkuat kerja sama dan ketahanan terhadap situasi geopolitik dan tantangan global. Tahun, ini, Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026, menyambut 11 kepala negara anggota ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei lalu di Pulau Cebu.
Di tengah tingkat tinggi para kepala negara itu, masyarakat akar rumput ASEAN pun tak ketinggalan mengambil peran dalam ASEAN for The People’s Week.
Foreign Policy Community of Indonesia menyelenggarakan forum ini sebagai wadah masyarakat berbagi ide dan kontribusi untuk menerjemahkan nilai dan cita-cita ASEAN ke dalam aksi nyata yang berbasis gerakan komunitas.
Partisipan ASEAN for The People's Week di Cebu, Filipina, 7-8 Mei 2026 (Sumber: FPCI)Pendiri FPCI sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia tahun 2014, Dino Patti Djalal, percaya ASEAN, termasuk gerakan masyarakatnya, adalah sumber kekuatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan di kawasan.
“Ide bahwa ASEAN itu harus mengakar itu datang dari Pemerintah. Nah, sekarang sudah ada begini, tinggal perhatian dari Pemerintah, termasuk Pemerintah Indonesia. Apa perhatian dari Kementerian Luar Negeri dan sebagainya terhadap proses ini yang merupakan doktrin ASEAN. Banyak sekali ide-ide mengenai SDGs, kesehatan, digital economy, talenta, pendidikan, dan sebagainya,” ungkap Dino dalam ASEAN For the People’s Week, pada Jum’at (8/5/2026) di Mӧvenpick Hotel Mactan Island Cebu,
Dalam forum ini, ratusan peserta yang terdiri dari kalangan Pemerintah, akademisi, perwakilan pemuda, jurnalis, dan berbagai organisasi masyarakat sipil, mendiskusikan tantangan hingga solusi bagi ASEAN menghadapi dinamika global yang berfokus pada gerakan masyarakat.
Dino menyatakan aspirasi yang terkumpul dalam ASEAN for The People’s Week akan menjadi usulan dari masyarakat akar rumput untuk Pemerintah negara-negara anggota dalam menjalankan misi ASEAN.
“Itu kita akan sampaikan secara resmi kepada Pemerintah, apa yang merupakan aspirasi atau usulan dari bawah. Kita ingin sebanyak mungkin organisasi masyarakat melihat acara ASEAN for The People’s Week ini sebagai ajang utama bagi mereka untuk berkenalan, berkoneksi, dan berkontribusi untuk ASEAN,” jelas Dino.
Belasan organisasi masyarakat sipil dari sejumlah negara ASEAN, ikut menyuarakan inisiatif mereka dalam menjawab tantangan global dalam ASEAN for the People’s Week.
Salah satunya, Coastal Conservation and Education Foundation Inc. (CCEF) organisasi yang fokus pada pengelolaan dan proteksi biodiversitas laut sebagai langkah komunitas menghadapi krisis iklim.
Coastal Conservation and Education Foundation Inc. (Sumber: FPCI)Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ktt asean
- cebu filipina
- dino patti djalal
- ASEAN For the People s Week





