Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas kedekatan Indonesia dan India yang sudah terjalin sejak era Presiden Sukarno dan Perdana Menteri pertama India Jawaharlal Nehru.
Pertemuan digelar di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Megawati mengaku dekat dengan Bijayananda 'Biju' Patnaik yang dikenal sebagai tokoh kemerdekaan dan pilot legendaris India.
Saat pertemuan, Megawati mengawalinya dengan menceritakan momen interaksi dengan PM Nehru. Megawati bercerita saat dirinya menjadi peserta dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) di Beograd, Yugoslavia, 1-6 September 1961.
Saat itu, meski baru berusia 14 tahun, Megawati duduk dan berinteraksi langsung dengan para tokoh pendiri GNB. Termasuk, berinteraksi dengan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru.
Megawati menunjukkan foto saat PM Nehru bercengkerama dengan Bung Karno di Istana Merdeka, Jakarta, 8 Juni 1950. Di foto tersebut, terlihat putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, yang sedang bermain sepeda dan memboncengkan Megawati.
Kemudian, Megawati juga memperlihatkan dua foto lama saat menjadi peserta KTT Non-Blok dan bertemu dengan PM India Nehru.
"Saya saat itu memakai kebaya," kata Megawati.
Dubes India mengaku sempat bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan bertemu kembali pada Gala Dinner KTT G20 di Bali, 2022.
"Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Sukarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi," tambahnya.
Megawati juga sempat menjelaskan letak rumah Dubes India yang merupakan pilihan Bung Karno. Sebagai balasan, PM Nehru juga mencarikan kedutaan Indonesia di New Delhi.
Dubes India pun mengamini kedekatan kedua tokoh tersebut. Dubes Sandeep Chakravorty pun mengundang Megawati untuk berkunjung ke India.
"Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Sukarno dan PM Nehru," ujar Dubes India.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga didampingi sejumlah elite PDIP, di antaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, dan Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan.
Hasto mengatakan pertemuan juga membahas isu strategis global. Di antaranya geopolitik dan peningkatan kualitas demokrasi.
"Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara," ujar Hasto usai pertemuan.
(amw/knv)





