Menuju 7 Dekade Astra (ASII): Rombak Strategi Bisnis hingga Buyback Saham Rp 8 T

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

PT Astra International Tbk (ASII) mereposisi strategi bisnisnya menjelang usia perusahaan yang memasuki tujuh dekade. Langkah itu dilakukan demi memperkuat pertumbuhan perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Strategi baru tersebut dirumuskan ASII lewat hasil tinjauan strategis menyeluruh yang diumumkan pada Senin (25/5). Disebutkan bahwa Astra akan memfokuskan portofolio bisnis utama pada tiga sektor yang selama ini menjadi penopang kinerja perusahaan, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan. Selain itu, perusahaan juga akan menjalankan pengembangan portofolio bisnis lain secara lebih terarah serta memperkuat disiplin dalam alokasi modal.

Presiden Direktur ASII, Rudy mengatakan, diversifikasi bisnis selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan. Namun, perubahan dinamika pasar membuat Astra perlu melakukan penyesuaian strategi agar lebih fokus terhadap sektor-sektor dengan performa paling kuat.

“Secara historis, Astra memiliki bisnis yang terdiversifikasi yang menjadi nilai tambah bagi perusahaan hingga hari ini. Seiring dengan perkembangan dinamika pasar, Astra mereposisi strateginya dengan memberikan fokus pada portofolio bisnis utama yang selama ini memiliki kinerja yang kuat, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan,” ujar Rudy.

Menurut dia, strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis Astra sekaligus meningkatkan efisiensi modal sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan laba dan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam tinjauan strategis itu, ASII mengevaluasi setiap lini bisnis berdasarkan tantangan pasar, posisi strategis dalam portofolio perusahaan, potensi laba di masa depan, serta tingkat imbal hasil investasi. Perusahaan mencatat tiga bisnis utama tersebut saat ini menyumbang sekitar 90 persen terhadap total laba Astra.

Pada sektor otomotif, ASII akan memperkuat ekosistem bisnis yang telah dibangun selama puluhan tahun, mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, suku cadang, hingga layanan purna jual yang ditopang jaringan pelanggan di seluruh Indonesia. Strategi ini ditujukan untuk menjaga posisi Astra sebagai pemain utama di industri otomotif nasional.

Sementara itu, bisnis jasa keuangan akan diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen pelanggan. Di sektor alat berat dan solusi pertambangan, Astra berfokus memperkuat rantai pasok pertambangan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan daya saing jangka panjang.

Untuk portofolio bisnis di luar tiga sektor utama itu, ASII akan menjalankan strategi pengembangan yang lebih selektif dengan menitikberatkan pada keselarasan strategis dengan ekosistem dan kapabilitas perusahaan. Astra juga membuka peluang membangun kemitraan strategis guna mendukung kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi keuangan, perusahaan menegaskan akan memperkuat disiplin dalam pengalokasian modal. Astra tetap akan menjalankan belanja modal untuk pemeliharaan bisnis, membagikan dividen secara konsisten, melakukan investasi bernilai tambah, hingga melaksanakan pembelian kembali saham atau share buyback pada tingkat valuasi yang dinilai tepat. Dikatakan bahwa Astra berencana mengalokasikan sejumlah Rp 8 triliun untuk program buyback saham selama 12 bulan ke depan.

Selama periode 2015 hingga 2025, Astra mencatat pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat, dari Rp 15 triliun menjadi Rp 33 triliun atau meningkat sekitar 126 persen. Pembagian dividen kepada pemegang saham juga naik 245 persen dari Rp 113 per saham pada 2015 menjadi Rp 390 per saham pada 2025.

Selain fokus pada kinerja bisnis, Astra menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan menyebut telah memperoleh berbagai pengakuan internasional, termasuk penghargaan Best Companies to Work for in Asia dari HR Asia selama periode 2018 hingga 2025 serta predikat Asia Pacific’s Best Companies 2026 nomor satu untuk kepuasan karyawan versi TIME.

Astra juga menyatakan terus mendorong peningkatan kualitas hidup lebih dari 190 ribu karyawan Astra dan ratusan ribu pekerja mitra perusahaan. Di bidang sosial, perusahaan memperluas kontribusi melalui program Desa Sejahtera Astra yang kini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi dan memberikan manfaat kepada lebih dari tiga juta penerima manfaat.

"Perusahaan berharap semangat kolaborasi dan gotong royong di seluruh Grup Astra dapat terus mendorong kemajuan masyarakat sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan bagi bangsa, sejalan dengan cita-cita 'Sejahtera Bersama Bangsa' dan dukungan terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia," kata Rudy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puslitbangkes dan PPDGS IKGA Unhas Turun Langsung ke Bira Lakukan Pemerataan Kesehatan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Metland (MTLA) Pede Penjualan Properti Tetap Tumbuh Meski Suku Bunga Naik
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Jebakan Kenyamanan Palsu Formulasi Artificial Intelligence
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Trik Anak Muda Melek Finansial Bisa Makin Kaya Raya dan Bebas Utang
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Trump: AS pertahankan blokade laut sampai Iran teken kesepakatan damai
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.