Pati, ERANASIONAL.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa bencana banjir di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah sepenuhnya surut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, warga yang terdampak mulai membersihkan rumah dari sisa sampah dan lumpur yang terbawa banjir.
“Di sebagian titik, tinggi muka air (TMA) masih teramati berkisar 5 hingga 30 cm,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (25/5).
Banjir yang melanda wilayah Pati ini terjadi pada Sabtu (23/5) setelah adanya hujan lebat dan jebolnya tanggul di dekat pemukiman.
Dua desa di dua kecamatan terdampak yaitu Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, dan Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan.
Banjir berdampak pada 399 unit rumah dan merendam 74 unit rumah warga.
Merespons bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi pada pekan kelima Mei 2026, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.
Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi curah hujan pada kategori menengah hingga rendah.
“Namun demikian, BNPB meminta semua pihak untuk mewaspadai setiap jenis ancaman, baik hidrometeorologi basah, kering maupun bahaya geologi,” imbaunya. []





