JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Anshoruddin Ibrahim akan menjadi Imam Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026).
"Pelaksanaan shalat Idul Adha secara kenegaraan di Masjid Istiqlal akan dimulai pukul 07.00 WIB," ujar Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Salat Idul Adha dapat diikuti masyarakat umum dengan tetap memperhatikan ketertiban, kenyamanan serta protokol kesehatan yang berlaku.
Sementara khatib Idul Adha yakni Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D, dengan mengangkat tema khotbah Idul Adha “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Baca juga: Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Menag Nasaruddin melanjutkan, panitia Idul Adha Masjid Istiqlal juga akan menyelenggarakan Gema Takbir pada malam Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) selepas shalat isya.
"Kegiatan tersebut bisa dihadiri oleh masyarakat secara langsung di Lantai Utama Masjid Istiqlal, ataupun disaksikan secara daring melalui YouTube Channel Masjid Istiqlal TV," ungkap Nasaruddin.
Menag menyampaikan, Masjid Istiqlal tidak dibuka 24 jam pada malam takbir Iduladha 1447 Hijriah.
Jemaah yang mau menunaikan shalat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, gerbang dan pintu masuk masjid dibuka mulai pukul 03.30 WIB.
Pintu masuk saat Salat Idul Adha
Lebih lanjut Menag Nasaruddin menyampaikan, pintu masuk Masjid Istiqlal dibagi menjadi dua ketentuan untuk ibadah shalat Iduladha.
Pertama, bagi jemaah umum yang berjalan kaki, masuk melalui gerbang Al-Fattah (Seberang Gereja Katedral Jakarta), As-Salam 1 dan As-Salam 2 (Seberang Halte Juanda).
Baca juga: Idul Adha 2026 Buka Peluang Libur Panjang hingga 6 Hari
Kedua, bagi jemaah umum yang membawa kendaraan pribadi, masuk melalui gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin (seberang SMPN 4 Jakarta) untuk memarkirkan kendaraannya di basement Masjid Istiqlal.
Area Parkir Jemaah Masjid Istiqlal
Lalu, Masjid Istiqlal juga menyediakan area parkir untuk jemaah sebagai berikut:
Area parkir basement Masjid Istiqlal B1 dan B2 (dapat menampung 600 mobil).
Area parkir Pertamina (400 mobil).
Area parkir Kementerian Agama (150 hingga 200 mobil).
Area parkir Lapangan Banteng (200 mobil)
Area parkir Gereja Katedral (200 motor).
Area parkir Kantor Pos (200 mobil).
Area Parkir Belakang Gedung TNI AD (100 mobil).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang