Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) melakukan sejumlah kunjungan pengawasan pelaksanaan haji. Ia pun langsung bertemu, berdialog dan mendengarkan aspirasi maupun temuan dari para jamaah dan petugas haji untuk diperjuangkan.
HNW turun menemui langsung calon jamaah haji seperti yang dari Kloter 2 Jakarta yang berada di Sektor 7, Misfalah Makkah. Di sana, HNW jumpa dan berdialog dengan ratusan calon jemaah beserta ketua kloternya.
HNW juga mendengarkan masukan dan saran dari para ulama yang juga calon haji dari kloter 02 seperti Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib/FUHAB) KH Lutfi Zawawi dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jakarta Selatan (MUI Jaksel) KH A Nawawi Halim.
Dalam kesempatan tersebut, selain mendapatkan masukan dan masalah untuk disampaikan ke Kementerian Agama RI (Kemenag), HNW juga menyampaikan berbagai arahan dan masukan agar para jemaah dapat memaksimalkan keberadaan di Makkah untuk beribadah dan mempersiapkan diri baik secara fisik, wawasan perhajian, serta mental yang tangguh menuju puncak haji di Armuzna.
HNW juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dan kesehatan, bisa mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur, serta turut mendoakan Indonesia dan Gaza/Masjid Al Aqsa dan Palestina.
"Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para calon jamaah haji dan para ulama/tokoh-tokoh pembimbing jemaah dari Jakarta Selatan. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)," ujar HNW, dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
"Agar setelah menunggu belasan tahun, dan kini bisa ditakdirkan berada di Makkah, maka penting dimaksimalkan, agar bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa'yunya masykur serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia," sambungnya.
Selain melakukan silaturahim dan kunjungan pengawasan, HNW bersama Sekretaris Umum MUI Jaksel KH Dr Yasdar, selaku petugas penyelenggara ibadah haji juga mendatangi Kloter 27 Jaksel, yang tinggal di kawasan Misfalah, Makkah, untuk bertemu keluarga almarhum; menyampaikan santunan dan takziah atas wafatnya calon jamaah haji asal Jaksel M Firdaus Ahlan dari Kloter 27.
Firdaus sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dinyatakan hilang selama beberapa hari di Makkah dan baru ditemukan setelah tujuh hari dinyatakan hilang di perbukitan Kuday, Makkah, dalam keadaan sudah wafat.
"Kita doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar HNW.
Saat kunjungan ke Kloter 27 JKG asal Jaksel ini, Hidayat bertemu dengan Ketua Kloter, Petugas Kesehatan, dan Petugas Haji, juga Pembimbing Ibadah Jemaah yang dikenal sebagai tokoh pendakwah wanita terkemuka di Jaksel yaitu Ustazah Bahijah.
Mereka menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan Haji 2026 ke depan seperti soal pemondokan terkait lift, mesin cuci, toilet, dan tempat wudhu.
Catatan-catatan itu juga langsung disampaikannya kepada pengurus/penanggung jawab hotel yang ditemui setelah bertemu dengan para tokoh, petugas haji, dan calon jemaah haji.
Saat kunjungan pengawasan ke Kloter 27 Jaksel, HNW juga berjumpa dengan sebagian jemaah haji Kloter 25 yang berasal dari Jakarta Pusat (Jakpus).
Kepada semua pihak yang ditemui di Makkah, HNW memastikan bahwa jemaah haji mendapatkan hak pelayanan terbaik sesuai dengan yang disepakati dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kemenag, baik terkait layanan akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.
Selain menemui dan memeriksa kondisi jamaah haji, HNW juga menemui unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendengarkan aspirasi dan masukan terkait perbaikan penyelenggaraan ibadah haji, baik yang terjadi sekarang maupun perbaikan untuk penyelenggaraan di tahun yang akan datang.
HNW juga memberikan dukungan dan motivasi kepada PPIH menjelang fase puncak Haji 2026.
Menurut HNW, tugas PPIH di fase Armuzna nanti cukup berat karena harus siap fisik dan mental agar dapat memberikan khidmat atau pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia di tengah berkumpulnya jutaan jamaah haji dari berbagai negara di satu kawasan yang relatif terbatas.
"Saya mengapresiasi kinerja keras para petugas haji Indonesia yang terus berusaha menyiapkan/memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, khususnya menjelang fase puncak haji. Tentu ini harus dijaga dan ditingkatkan apalagi di saat puncak atau akhir ibadah haji tapi juga untuk fase sesudah jemaah melaksanakan ibadah haji, sehingga seluruh tugas dapat berjalan lancar dan berakhir dengan 'husnul khatimah' ketika para jemaah haji dari Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, sampai nanti mereka akan kembali ke Indonesia membawa nilai haji mabrur," pungkasnya.
(anl/ega)





