Danantara Indonesia Trust Luncurkan 3 Kemitraan Perdana

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia, hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra yakni Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya.

Kegiatan hari ini menandai peluncuran kemitraan strategis pertama DIT di bidang-bidang prioritas yakni kesehatan dan pendidikan. Penandatanganan, yang diselenggarakan di Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, disaksikan oleh Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Pendiri Didit Hediprasetyo Foundation Didit;Hediprasetyo, serta Pendiri Karya Salemba Empat Tatan A. Taufik.

 
"Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia. Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya, penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat," jelas Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.

 
Tiga Kemitraan, Satu Tujuan untuk Indonesia
 
Tiga kemitraan yang diumumkan hari ini mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia
 
1. Kemitraan dengan Kemenkes
 
Kemitraan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu dan anak, termasuk penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi jutaan anak dari berbagai penyakit menular, memperkuat infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen Multiple Micronutrient untuk membantu keselamatan ibu hamil dan melahirkan, dan mencegah stunting.
 
Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Walaupun cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali (WHO & UNICEF, 2026).
 
Menurut estimasi UN Inter-agency Group for Child Mortality, Angka Kematian Anak di Indonesia berhasil dikurangi dari sekitar 51 per 1.000 kelahiran hidup pada 2000, menjadi sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup pada 2024. Namun Angka Kematian Ibu masih berada di angka 189 per 100 ribu kelahiran hidup (BPS, 2020), yang menjadikannya salah satu yangbtertinggi di ASEAN.
 
Sementara itu, prevalensi stunting (kekurangan gizi kronis) berkurangbdari sekitar 37 persen di 2013 menjadi 19,8 persen di 2024, namun prevalensibwasting (kekurangan gizi akut) masih 7,4 persen (Survei Status Gizi Indonesia, 2024).
 
2. Kemitraan dengan Karya Salemba Empat
 
Kerja sama ini mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah di Indonesia, yang meliputi pendampingan (mentoring), pengembangan kepemimpinan, dan program kesiapan karier.
 
Program ini dibutuhkan, mengingat sekitar seperlima kaum muda Indonesia usia 15-24 tahun berstatus tidak bersekolah, tidak bekerja, atau tidak sedang mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment or Training-NEET, Sakernas BPS, 2025). Di saat yang sama, sekitar 4,1 juta anak-anak dan remaja berusia 7-18 tahun juga dilaporkan tidak bersekolah.
 
3. Kemitraan dengan Museum dan Cagar Budaya
 
Berfokus pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional, yang dirancang untuk meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan budaya. Dengan mengintegrasikan pendidikan dan budaya, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap literasi budaya.
 
"Setiap kemitraan yang diumumkan hari ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan paling mendesak di Indonesia, seperti kesehatan ibu dan anak, akses terhadap pendidikan berkualitas serta literasi budaya. Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akanbmenjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia," tambah Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak.
 
Ke depannya, Danantara Indonesia Trust akan berfokus pada pengembangan programprogram catalytic lainnya, penguatan kemitraan dengan institusi global, serta perluasan peluang pendanaan bersama (co-funding) guna memaksimalkan dampak dari sumber daya yang dimiliki 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tambah TKD Rp 10,6 Triliun untuk Daerah Terdampak Bencana Sumatra
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Beri Kabar Baik soal Negosiasi dengan Iran
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Program Magang Istana Kepresidenan Cipanas 2026 Resmi Dibuka, Simak Posisi dan Syaratnya
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Curhat Marian Mihail usai PSBS Degradasi: Problem Tunggakan Gaji Jadi Pengalaman Terburuk dalam Karier Kepelatihan
• 10 jam lalubola.com
thumb
Negara Lain Cemburu Lihat Ekonomi RI, Wamenkeu Ungkap Faktanya
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.