Bisnis.com, JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) menyampaikan telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$26,2 juta atau setara Rp445,37 miliar (kurs Jisdor BI Rp16.999 per dolar AS 31 Maret 2026). Capex ini seluruhnya digunakan untuk pengembangan bisnis nonbatu bara perseroan.
Manajemen INDY dalam keterangan resminya mengatakan komitmen INDY untuk mengembangkan bisnis nonbatu bara tercermin dari realisasi belanja modal (capex) sepanjang tiga bulan 2026 yang mencapai US$26,2 juta.
“Sebesar 100% dialokasikan seluruhnya untuk sektor nonbatu bara,” kata manajemen INDY.
Sektor mineral, yaitu proyek tambang emas Awak Mas, menyerap US$20,4 juta, dan sisanya sebesar US$5,8 juta didistribusikan untuk inisiatif bisnis hijau.
Manajemen INDY juga menyebut hingga 31 Maret 2026, konstruksi Proyek Awak Mas telah mencapai 56,8% penyelesaian, dengan total biaya yang telah direalisasikan sebesar US$ 288,1 juta.
Direktur Utama dan CEO Indika Energy Azis Armand menuturkan Indika Energy tetap menunjukkan ketahanan kinerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar US$7,0 juta pada kuartal I/2026 di tengah dinamika industri energi global.
Baca Juga
- Indika Energy (INDY) Putuskan Bagi Dividen Rp53,2 Miliar
- Arah Diversifikasi Bisnis Indika Energy (INDY) Menjauh dari Batu Bara
- Indika Energy (INDY) Bakal Jual 7,5 Juta Saham Hasil Buyback
“Kami terus memperkuat transformasi bisnis dengan seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam keterangan resminya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang INDY yang relevan dengan arah transisi energi global menuju net-zero.





